Pasar Mangiran & Piyungan akan Direvitalisasi

KONDISI: Tampak depan Pasar Mangiran, Trimurti, Srandakan, Bantul, belum lama ini. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul wacanakan revitalisasi dua pasar rakyat. Dua pasar tersebut yaitu Pasar Mangiran dan Pasar Piyungan. Dikatakan bahwa revitalisasi ini dilakukan mengingat kondisi bangunan dua pasar tersebut sudah mengalami berbagai kerusakan yang cukup memprihatinkan.

Plt Kepala DKUKMPP Bantul Husin Bahri menyampaikan, pihaknya memang sudah merencanakan pengajuan perbaikan dua pasar rakyat tersebut melalaui dana alokasi khusus (DAK) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Dia mengatakan, saat ini rencana usulan itu sedang dalam tahap pembahasan.

Baca juga:  Bupati Bantul Tegaskan ASN untuk Jaga Integritas

“Untuk revitalisasi pasar Mangiran dan pasar Piyungan ini memang sedang kita ajukan untuk revitalisasi melalui dana DAK Kemendag tahun 2025 nanti. Jadi secara prinsip, perencanaan usulan ini sedang dalam proses untuk pembahasan,” terangnya.

Menurutnya, sekarang ini pihak sedang melakukan berbagai persiapan, baik itu desain, kesiapan lahan, dan kebutuhan lainnya. Sedangkan tahap pembahasan khusus terkait kesiapan itu, akan dilangsungkan pada Juni mendatang.

“Jadi bulan Juni nanti akan ada pembahasan khusus terkait dengan kesiapan kita untuk usulan itu. Dan nanti keputusannya di bulan Oktober atau November, akan disetujui atau tidak,” ungkapnya.

Baca juga:  Fasilitasi Manasik Wujudkan Haji Mabrur

Lebih lanjut Husin menjelaskan, perbaikan pasar ini dilakukan karena secara umum dari aspek sarana prasarananya yang belum optimal. Sehingga masih memerlukan upaya-upaya untuk revitalisasi, baik itu yang skalanya berat, sedang, maupun kerusakan kecil.

“Yang berat itu Pasar Mangiran, sehingga 100 persen akan diperbaiki. Sedangkan pasar Piyungan yang direhabilitasi hanya sebagian, yaitu perbaikan pada bangun lamanya saja,” ungkapnya.

Perbaikan dua pasar ini akan memakan dana sekitar 12 miliar. Dengan rincian pasar Mangiran  menghabiskan anggaran sebesar 7-8 miliar dan pasar Piyungan sekitar Rp4 miliar. “Kenapa kita arahkan menggunakan DAK, karena dana APBD kota juga terbatas. Kalau pasar yang skala kerusakan menengah dan kecil masih mampu menggunakan APBD,” tutupnya. (nik/abd)