Figur  

Sukses Jalani Tiga Peran

Pengusaha, dokter dan ibu rumah tangga, dr. Noor Faizah Maenofie
Pengusaha, dokter dan ibu rumah tangga, dr. Noor Faizah Maenofie. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Menjadi seorang perempuan yang menjalani tiga peran bahkan sukses didalamnya bukan hal yang mudah dilakukan oleh semua orang. Namun, bagi dr. Noor Faizah Maenofie yang termotivasi dari sosok RA. Kartini, mampu menjadi wanita tangguh dan sukses di tiga bidang yang dijalaninya, yaitu dokter, pengusaha dan ibu rumah tangga.

Dokter yang saat ini berdinas sebagai Kepala Puskesmas Kebondalem, Pemalang itu bercerita, RA. Kartini merupakan sosok perempuan yang sangat berjasa dalam memperjuangkan emansipasi wanita pribumi dengan mewujudkan kesetaraan antara kaum laki-laki dan perempuan, khususnya dalam bidang pendidikan dan segala lini kehidupan. Karena jasanya itu, wanita pada era modern sosok yang dapat mendampingi laki- laki dalam berkarya, sebagaimana digambarkan oleh pahlawan perempuan Indonesia.

Baca juga:  Kejar Mimpi di Dunia Desain UI/UX

“Kalau dulu zaman sekolah 80an, sosok wanita digambarkan sebagai seorang perempuan yang sedang berada di belakang, sedangkan sosok laki–laki berada di depan, seperti ibu sedang memasak, ayah sedang membaca Koran, ibu memakai daster, ayah memakai baju kerja. Tapi saat ini berbeda, perempuan mampu bersanding dan memberikan pendapat yang setara dengan laki-laki, sehingga bisa membangun diskusi yang baik dengan pasangannya,” ujarnya.

Hal itu yang membuat Nofie, panggilan akrabnya, bisa berkarya menjadi seorang dokter, pengusaha sekaligus tidak meninggalkan peran ibu untuk anak-anaknya. Dengan kebebasan dalam mendapatkan pendidikan, dirinya mampu menjadi dokter serta peluang usaha yang dilihat mengantarkannya menjadi pemimpin sekaligus manager sebuah cafe di Pemalang.

Baca juga:  Biasa Dengarkan Musik, Makhaila Sukses Rilis Lagu

Tentu pencapaiannya hingga saat ini mendapat dukungan penuh dari sang suami, yang memberikan keikhlasan dan ridho untuk istrinya berkarier di manapun penempatannya. Terkait dengan usaha yang ia bentuk, merupakan salah satu dukungan motivasi suaminya yang sebelumnya ingin mempunyai usaha. Selain itu juga terus memperbarui diri, sehingga mampu menjadi pendengar serta tempat diskusi yang baik bagi suaminya.

Semua peran dan tanggung jawabnya itu, ia jalani dengan sepenuh hati bersama pasangannya, bahkan saat mendidik anak-anak. Nofie dan suami selalu menekankan kepada anak-anak pendidikan adalah yang utama, sementara ayahnya lebih menekankan untuk memperbaiki dan mengasah skill, baik motorik, komunikasi maupun attitude.

“Maka saya ingin menitipkan pesan kepada seluruh perempuan di Pemalang agar perbanyak berkarya dan berlatih, dimulai dari hal kecil tanpa pamrih. Karena sesuatu yang besar itu tidak dihasilkan dengan cara tiba–tiba. Bila belum mendapat apresiasi hari ini, bisa jadi di lain waktu akan datang dari orang dan di waktu yang tepat. Namun, apabila apreasisi itu tidak langsung diterima, bisa jadi itu akan menjadi rezeki anak kita,” tuturnya.(fan/sam)