Pati  

Jalan Alternatif Pati-Winong Diperbaiki Mei

KONDISI: Tampak pengendara sedang melintasi jalan alternatif Pati-Winong, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Jalan alternatif Pati-Winong mengalami kerusakan yang cukup parah. Kondisi ini dikeluhkan oleh warga sekitar dan pengendara yang melintas.

Salah satunya dirasakan oleh Tyo (27). Pengendara ini sering mengeluh saat melintasi jalan alternatif Pati-Winong, khususnya yang berada di Desa Bringinwareng, Kecamatan Winong Pati.

“Setiap hari lewat sini saat mau kerja ke Pati. Tapi kok rusak enggak segera diperbaiki,” keluh dia.

Menanggapi hal itu, Pelaksana tugas (Plt) Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati, Hasto Utomo mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah menyediakan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk memperbaiki jalan tersebut. Anggaran itu akan digunakan untuk memperbaiki jalan rusak sepanjang 700 meter.

Baca juga:  Meriahnya Karnaval Sedekah Bumi di Karangsari

Namun perbaikan jalan alternatif Pati-Winong itu belum mencakup secara keseluruhan. Mengingat anggaran perbaikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu terbilang masih terbatas.

“Itu hanya sepanjang 700 meter kurang lebih. Kalau penanganan seluruhnya anggaran tidak cukup. Kami bantu dengan pemeliharaan. Karena keterbatasan anggaran jadi bertahap,” ujar Hasto, belum lama ini.

Ia mengungkapkan, perbaikan jalan tersebut akan dilakukan pada tahun ini. Rencananya bakal mulai dikerjakan pada Mei mendatang.

“Durasi pengerjaan kurang lebih tiga bulan. Namun kalau rekanan bisa mempercepat, saya kira 1,5 bulan selesai,” sebutnya.

Baca juga:  Perenang SMPN 1 Pati Rajai Perebutan Tiket O2SN Jateng

Hasto menambahkan, anggaran yang tersedia saat ini memang masih jauh dari kebutuhan. Pasalnya, jika dilalukan perbaikan secara penuh, membutuhkan anggaran sekitar Rp 20 miliar.

“Fokus perbaikan kerusakan dulu. Idealnya lebar jalan dibuat lima meter, sementara kondisi di lapangan hanya 3,5 meter,” terangnya.

Ia merinci, anggaran yang ada baru mencukupi untuk aspal lapis fondasi setebal kurang lebih 8 centimeter. Sementara idealnya harusnya tiga lapis, yaitu lapis fondasi, lapis antara, baru lapis aus.

Pihaknya pun berharap penanganan bisa dilakukan lewat anggaran Inpres, Dana Alokasi Khusus (DAK), atau bantuan provinsi (Banprov) Sebab, jika hanya mengandalkan ABPD, menurut Hasto, penanganan jalan kemungkinan tidak akan tuntas karena keterbatasan anggaran. (lut/fat)