Rupiah Melemah, Politikus PAN Jateng Sebut Ada Faktor Pemilu

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Sri Marnyuni
Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Sri Marnyuni. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah (Jateng), Sri Marnyuni turut menanggapi melemahnya nilai tukar rupiah. Diketahui per Senin (22/4/2024), rupiah dilaporkan berada di level Rp 16.218 per dolar Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, melemahnya nilai tukar rupiah selain disebabkan oleh konflik global, juga ada dampak Pemilu 2024. Hal ini karena banyaknya pengeluaran di dalam negeri selama pesta demokrasi berlangsung. Selain itu, pembagian bantuan sosial (bansos) dari pemerintah yang jor-joran pada masa Pemilu juga turut membuat nilai tukar rupiah melemah.

Baca juga:  Dinilai Penuhi Syarat Cagub Jateng, Sudaryono Butuh Cawagub dari Kaum Religius

“Selain itu juga ini adanya bansos adanya PKH (Program Keluarga Harapan, Red.), dan sebagainya ini hemat kami berpengaruh terhadap melemahnya nilai-nilai rupiah itu,” ujarnya saat ditemui di Kantor Fraksi PAN DPRD Jateng, Senin (22/4/24).

Menurut Sri, melemahnya rupiah bisa membuat sektor industri di dalam negeri, termasuk di Jawa Tengah terganggu. Pasalnya aktivitas produksi di sektor industri masih mengandalkan bahan baku impor.

“Dengan nilai rupiah melemah maka ekspornya semakin susah. Juga kebutuhan barang-barang baku akan menjadi lebih mahal, maraknya bahan baku membuat industri akan mengalami kendala juga,” ucap dia.

Baca juga:  Pilgub Jateng, Gerindra-Demokrat Sepakat Usung Sudaryono

Ia berharap ada langkah strategis dan intervensi dari pemerintah supaya sektor industri semakin bergeliat. Sehingga masyarakat yang menjadi pekerja dapat merasakan kesejahteraan.

“Tetapi harapan kami industri tetap melaju apalagi di Batang bisa menjadi sentra industri. Harapannya masyarakat bisa bekerja di situ sehingga bisa menyejahterakan mereka,” tutup Sri. (luk/adf)