Pati  

Tato Jadi Fashion hingga Ungkapan Perasaan

KARYA SENI: Seorang sedang ditato tubuhnya, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

STIGMA negatif tentang tato di tubuh masih melekat di kehidupan masyarakat di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Pati. Masih banyak masyarakat yang menganggap orang bertato dengan cap kriminal.

Namun tato sekarang sudah menjadi tren bagi sebagian kalangan anak muda. Alasan bikin tato pun beragam. Ada yang karena fashion, ada juga untuk mengungkapkan pencapaian hingga orang yang depresi.

Alasan ini sering didapatkan Fandy Putratama. Seniman muda dari Kabupaten Pati yang sering menato seseorang.

“Stigma negatif itu dulu. Tapi sekarang lebih ke fashion untuk menunjang percaya diri. Soalnya ada orang yang pantas di tato dan orang yang tidak pantas di tato,” kata Owner Pati Art Wear (PWK), sebuah wadah anak muda di Pati yang doyan berkreasi.

Baca juga:  Kembali Maju Pilkada, Slamet Warsito Lobi-lobi Parpol

Laki-laki yang akrab disapa Fandy itu mengaku, sudah banyak anak muda yang datang ke PAW untuk menato tubuhnya. Dari mulai anak muda yang berusia 20 hingga 30 tahun.

Jenis tato yang minati pun sangat beragam. Dari mulai tato realis wajah, dotline, line work, brutal, hingga oriental seperti tato dari Jepang.

“Sudah banyak yang tato kita bikin. Tapi yang paling diminati itu sekarang tato Skena, old school American style. Biasanya buat mbak-mbak Skena (perkumpulan kolektif yang bertemu untuk saling bercengkerama bahagia hingga melakukukan perjalanan atau berkelana, Red.),” ujarnya, belum lama ini.

Baca juga:  Kuatkan Ketahanan Pangan Komunitas, Jampisawan Launching Produk Beras Baru

Fandy juga mengaku tidak asal-asalan menato tubuh orang. Karena menurutnya, orang yang memiliki tato harus bisa berdiri diatas kaki sendiri atau berdikari.

“Aku selalu berpesan kepada anak muda yang mau bertato yaitu siap bertanggungjawab atas diri kita sendiri. Karena seketika kita punya tato, kita nggak bisa kerja di kantoran ataupun PNS. Yang mau tato berarti mereka sudah siap berdikari,” pungkasnya. (lut/adf)