Kudus  

DKK Kudus Ajak Warga Perkuat PSN

AJAKAN: Puskesmas Bae saat meninjau praktik PSN di lingkungan masyarakat berpotensi DBD, belum lama ini. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus kembali mengajak masyarakat untuk memperkuat PSN (pemberantasan sarang nyamuk) 3M Plus. Hal ini dilakukan buntut satu kasus kematian akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada DKK Kudus, Dharsono menyebutkan, terdapat 69 kasus DBD pada awal Januari hingga pertengahan April 2024. Dengan kasus terbanyak terjadi pada Januari. Yakni terdapat 32 orang yang dirawat akibat DBD.

“Kasus kematian akibat DBD terjadi pada minggu kedua April 2024. Memang benar ada satu yang meninggal dunia karena DBD kemarin,” ujarnya.

Baca juga:  Tarif Parkir Bakal Naik Per 1 Mei 2024

Oleh sebab itu, lanjut dia, masyarakat selalu diimbau untuk perkuat PSN (pemberantasan sarang nyamuk) 3M Plus dan tetap jaga lingkungan. Upaya itu dilakukan agar tidak menjadi sarang nyamuk.

“Yaitu dengan menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air. Dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Darsono juga mengimbau agar masyarakat meminta bubuk abate yang telah disediakan gratis oleh puskesmas di wilayahnya masing-masing.  “Ketersediaan semua ada banyak tinggal minta gratis. Bubuk abate ini bisa ditaruh di bak mandi atau genangan-genangan air,” paparnya.

Baca juga:  Desa Ngembal Kulon Kudus Raih Status Desa Mandiri, Berkat Partisipasi Aktif Masyarakat

Ia juga menekankan apabila menemukan gelaja DBD, berupa panas lebih dari tiga hari dan tidak kunjung turun. Segera ke fasilitas kesehatan, baik itu rumah sakit maupun puskesmas terdekat. (cr1/fat)