Jepara  

Guru Penggerak Diminta Mampu Melakukan Pengolahan SDM

PADAT MERAYAP: Guru penggerak dari berbagai instansi pendidikan tengah memadati acara panen raya di Gedung Wanita Jepara, akhir pekan lalu. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Paska mengikuti pendidikan selama 8 bulan, sebanyak 192 calon guru penggerak angkatan 9 Kabupaten Jepara menggelar Panen Raya Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9. Agenda tersebut berlangsung di Gedung Wanita, Jepara, akhir pekan lalu.

Panen karya ini merupakan panen hasil belajar dari setiap guru penggerak bersama team lainnya. Mereka memamerkan hasil karya selama proses pembelajaran sekolah kepada publik.

Kepala Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jateng yang diwakili oleh Sigid Hendriyanto mengucapkan, program pendidikan guru penggerak ini dapat menciptakan guru-guru yang mampu menjadi pemimpin pembelajaran. Sekaligus menggerakkan ekosistem pendidikan yang lebih baik.

Baca juga:  Koalisi Minimalis Samakan Persepsi untuk Pilkada Jepara

Di samping itu juga, guru penggerak harus mampu melakukan strategi pengolahan sumber daya manusia. Hal itu dilakukan agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak pada murid.

“Menjadi agen reformasi serta menerapkan ilmu teknologi dalam pembelajaran. Dengan itu, guru penggerak diharapkan menjadi agen perubahan penggerak pendidikan di Kabupaten Jepara,” terangnya saat memberi sambutan.

Lebih lanjut, ia berpesan melalui program panen raya ini, guru penggerak mampu membawa dampak positif dan menghasilkan perubahan yang nyata di sekolah. “Mampu menumbuh kembangkan murid di sekolah yang berfokus pada kepemimpinan belajar,” harapnya.

Baca juga:  Pj Bupati Jepara: Festival Kenduri Tani sebagai Wujud Nguri-uri Budaya

Kemudian, Kasubag Tata Usaha (TU) Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jateng Eko Gustini Wardani Pramukawati mengatakan, hasil karya calon guru penggerak ini diharapkan tidak hanya sekedar teori. Tetapi dapat diaplikasikan di sekolah dan juga dibagi dengan sekolah dan guru lainnya.

“Salurkan ilmu yang didapatkan kepada tenaga pendidik lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Ali Hidayat menuturkan, saat ini terdapat 250 kekosongan kepala sekolah di Jepara. Baik di PAUD, TK, SD, dan SMP. Sehingga, para guru yang lolos menjadi guru penggerak akan diprioritaskan dalam mengisi kekosongan kepala sekolah.

Baca juga:  Kader Muda PPP Jadug Siap Maju Pilkada Jepara

“Kami ajukan mayoritas guru penggerak untuk mengisi jabatan kepala sekolah yang kosong. Sisanya di isi guru senior. Tapi saat ini banyak yang sudah melampaui batas usia, sehingga nanti juga akan di isi kembali oleh guru penggerak,” ungkapnya.

Kendati menjadi guru penggerak membutuhkan proses yang tidak gampang, dan perlu mengikuti seleksi, pelatihan, dan pendampingan. Namun, melalui program ini, ia yakin bahwa Mendikbud Ristek memberi jaminan bagi guru penggerak bisa jadi kepala sekolah. (cr4/fat)