Tiga Bocil Kepergok Mencuri di Minimarket

KETERANGAN: Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar saat konferensi pers di Semarang, Senin (13/5/24). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Warga Mijen digegerkan adanya aksi pencurian di dalam minimarket Alfamart, berlokasi di Perum Jatisari, BSB Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijen pada Sabtu, (11/5) lalu. Mirisnya pelaku merupakan tiga bocah laki-laki (bocil).

Tiga bocil tersebut diketahui bernama ABA, 12, RGS, 13, RNR, 14, ketiganya warga Mijen. Kasus tersebut masih dalam penanganan lebih lanjut oleh Polsek Mijen.

“Pelaku tiga orang, dibawah umur, masih anak-anak, sedang ditangani Polsek,” ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar saat konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Senin (13/5/24).

Baca juga:  Pilkada Kota Semarang, Dua Kader Partai Demokrat Lamar PKB

Peristiwa pencurian ini terjadi sekitar pukul 01.30. Aksi penangkapan ini juga direkam salah satu warga, yang memperlihatkan satpam perumahan sedang memergoki dan menangkap tiga bocil yang sedang melalukan pencurian di mini market tersebut.

“Modusnya, pelaku masuk kedalam toko Alfamart dengan mudah, karena pintu toko tidak digembok,” bebernya.

Diketahuinya aksi tersebut ketika Satpam perumahan tersebut mendapat laporan dari warga yang tidak dikenal terkait adanya aktifitas mencurigakan di dalam Toko tersebut. Selanjutnya Satpam berkoordinasi dengan pimpinan dan rekan-rekan lainnya mendatangi toko Alfamart tersebut.

Baca juga:  Bawaslu Kota Semarang Buka Pendaftaran Panwaslu Kecamatan untuk Pilkada

“Selanjutnya berhasil mengamankan tiga anak-anak yang sedang berada didalam toko, dan meraka mengaku telah mengambil barang-barang,” jelasnya

Barang Bukti yang diamankan diantaranya sejumlah pod merek Relx dan Waka berbagai jenis, rokok, dengan kerugian total sebesar Rp 1.621.800. Selanjutnya ketiga pelaku diserahkan ke Polsek Mijen. Namun, pihak Alfamart tidak menghendaki laporan secara resmi, mengingat pelaku masih dibawah umur.

“Pihak Alfamart bermediasi dengan keluarga pelaku, dan terjadi kesepakatan dengan orang tua pelaku untuk mengganti kerugian serta mengembalikan uang yang telah diambil,” pungkasnya. (luk/gih)