Pembinaan Moderasi Beri Pendidikan Toleransi

PAPARAN: Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, H. Mukotip (kiri) saat memberikan pembinaan moderasi beragama di lingkungan perpustakaan MTsN 9 Bantul, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dalam mendukung toleransi dan berkebangsaan, MTs Negeri 9 Bantul turut berpartisipasi dengan memberikan pembinaan moderasi beragama. Moderasi beragama mencakup toleransi, wawasan kebangsaan, antikekerasan, dan budaya lokal.

Kepala MTsN 9 Bantul Siti Solichah menekankan penguatan moderasi beragama menjadi prioritas Kementerian Agama RI, sebagaimana yang diamanatkan dalam Rapat Kerja Nasional Tahun 2024. “Proses pembelajaran di MTsN 9 Bantul harus mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama. Pendidikan yang mengintegrasikan moderasi beragama sangat penting dan perlu digalakkan,” ungkapnya, belum lama ini.

Melalui tema Wujudkan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Moderat dan Berwawasan Kebangsaan, pihaknya menyampaikan pandangan tentang keragaman Indonesia dan permasalahan yang muncul dari situasi tersebut.

Baca juga:  Wamenkominfo Angkat Bicara soal RUU Penyiaran

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Mukotip menyebutkan pentingnya penguatan moderasi beragama untuk mencapai keharmonisan dan perdamaian di Indonesia.

“Termasuk isu perlindungan anak dan perempuan, ini menunjukkan bahwa konflik sering kali menempatkan kelompok ini sebagai korban. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah melalui penguatan moderasi beragama di institusi pendidikan seperti madrasah,” paparnya.

Senada, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Ahmad Musyadad menegaskan pentingnya bijak dalam menyikapi perbedaan. Menurutnya, perbedaan adalah bagian dari kehidupan yang harus diterima dan dipahami dengan bijaksana.

Baca juga:  Buka Pendaftaran, PDI-P Jaring Tokoh Terbaik

“Mengutip firman Allah Swt. bahwa manusia diciptakan dengan berbagai suku dan ras, dan oleh karena itu, manusia harus bisa saling memahami dan hidup berdampingan dengan damai,” jelasnya. (suf/abd)