Kudus  

Beli Hewan Kurban di Kudus? Cek SKKH, Ear Tag Barcode, dan Vaksin PMK

BERSIH: Salah satu peternak kerbau di Pasuruan Lor, akhir pekan lalu sedang membersihkan kandang yang dimilikinya usai menerima hewan kerbau dari Purwokerto. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Kudus mengimbau para pembeli hewan kurban mengecek terlebih dahulu ear tag atau barcode yang ada di telinga. Pengecekan itu dilakukan untuk memastikan hewan kurban sudah memenuhi standar kesehatan.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Arin Nikmah menyebutkan, setiap hewan kurban yang sehat dan layak konsumsi memiliki kode batang. Kode ini terpasang di telinga sebagai penanda status kesehatannya.

Ditambahkannya hewan yang memiliki ear tag dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Kemudian juga telah disuntik vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Kalau hewan sudah divaksin (PMK), ada ear tag barcode. Jadi, masyarakat kalau membeli bisa melihat selain SKKH dari  dokter hewan, ada penanda di telinga sapi yang itu ada barcode-nya,” ujarnya kepada Joglo Jateng.

Baca juga:  Jadi Leading Sector SPBE, Diskominfo Kudus Garap Aplikasi Satu Pintu

Oleh sebab itu, kata Arin, masyarakat yang akan membeli hewan kurban diminta untuk mengecek tanda barcode. Hal ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang mau dibeli sehat dan layak konsumsi.

“Hewan kurban yang sudah diperiksa kami berikan stiker ada barcode-nya akan muncul hewan itu dari mana asalnya, beratnya, hingga sudah vaksin atau belum,” katanya.

Hingga saat ini sebanyak 800 ekor hewan telah dilakukan vaksin dan pemeriksaan kesehatan mulai April 2024. Khusus daerah lalu lintas hewan yang berada di Dawe, Kaliwungu, Mejobo, Jati dan Jekulo sebagai daerah sentral.

Baca juga:  SPPT Miliki Fungsi Penting Bagi Wajib Pajak

“Syarat lalu lintas hewan ternak juga harus mengantongi sertifikat vaksinasi PMK dosis 1,2, atau booster. Setelah sampai di lokasi, hewan kurban dilakukan pemeriksaan meliputi mata, mulut, perut hingga kulit. Termasuk skrotum apakah cacat atau tidak dan sudah memenuhi syarat kurban atau belum,” paparnya.

Arin mengakui pedagang hewan saat ini sudah lebih aware dan responsive dalam mendampingi hewannya. Dengan tambahan vitamin dan suplemen. Yang paling penting, menurutnya, kesehatan kandang dan higienitas harus diperhatikan juga.

“Saat ini trennya banyak pembeli hewan kurban yang langsung ke kandang. Tidak ke pasar hewan. Sehingga perhatian kandang harus bersih dan higienis,” tandasnya. (cr1/fat)