Demak  

Kemenag Demak Targetkan Semua Pedagang Bersertifikasi Halal

Kepala Kemenag Demak Afief Mundir
Kepala Kemenag Demak Afief Mundir. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Demak tahun ini menargetkan semua pedagang di kawasan desa wisata Kota Wali agar bersertifikasi halal. Hal itu dilakukan untuk melindungi konsumen saat membeli produk-produk makanan maupun UMKM tertentu.

Kepala Kemenag Demak Afief Mundir mengatakan, serentak se-Indonesia melaksanakan Wajib Halal Oktober (WHO) 2024. Sedangkan target dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), meminta kepada semua pelaku usaha pada Oktober agar memiliki sertifikat halal.

“Demak kita tempatkan di Kecamatan Kadilangu. Karena di situ salah satu destinasi wisata. Juga banyak desa wisata. Sedangkan yang sudah dikukuhkan oleh Pemda ada 21 desa. Maka kita fokuskan di sana,” ungkapnya, belum lama ini.

Baca juga:  Babinsa Karangsewu Demak Lakukan Pendampingan Program Pompanisasi

Sementara itu, untuk pelaku usaha di Kecamatan Kadilangu berjumlah 200 pedagang. Secara keseluruhan sudah selesai target bersertifikasi halal. Dari pihak satgas yang turun kelapangan juga terus dipacu menyelesaikan tugas itu menjelang Oktober mendatang.

“Itu dihitung oleh satgas kami. Nanti akan dipacu sampai Oktober dan kami yakin selesai. Satgas halal kami terus bergerak di desa wisata lain,” katanya.

Hal itu, lanjutnya, mengingat biasanya banyak produk UMKM yang dijual di desa wisata. Diharapkan jika sudah bersertifikasi, nantinya para konsumen yang berkunjung dapat terlindungi haknya, ditambah sudah standarisasi halal.

Baca juga:  Perbaikan Jalan di Demak Diupayakan Rampung di 2024

“Agar produk yang dijual oleh pelaku usaha mendapatkan labelisasi A. Kenapa dilakukan, karena itu bagian pemda dalam memastikan perlindungan hak dasar konsumen. Targetnya itu. Dari situ pelaku usaha mendapatkan recognition dari masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya akan mengejar sebanyak-banyaknya dalam melaksanakan sertifikasi halal untuk para pelaku usaha. Nantinya, sebanyak 7.000 pelaku usaha yang akan ditargetkan dan menyasar ke konsumen yang berkunjung ke desa wisata.

Selain itu, ada beberapa pelaku usaha yang khawatir terkait penerbitan sertifikasi halal yang bayar. Maka dari itu, pihaknya menegaskan itu gratis dan tinggal membawa KTP. “Satgas halal kami tak duduk manis, mereka bergerak jemput bola potensi mana yang belum bersertifikat halal. Itu langkah cepat. Harapannya perlindungan kepada konsumen terjaga baik,” tukasnya.(adm/sam)