Kudus  

Praktik Manasik, Ribuan Calhaj Jalan dari JHK ke Alun-alun

ANTUSIAS: Sebanyak 1.395 jemaah calon haji (Calhaj) Kabupaten Kudus mengikuti prosesi praktik manasik haji di Alun-alun Kudus pada Rabu (15/5/2024). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sebanyak 1.395 jemaah calon haji (Calhaj) Kabupaten Kudus mengikuti prosesi praktik manasik haji pada Rabu (15/5/2024). Setelah sebelumnya mereka mengikuti mendapatkan materi tentang manasik haji pada (13-14/05/2024).

Berdasarkan pantauan Joglo Jateng, Praktik manasik haji ini digelar di beberapa tempat. Diantaranya Gedung Jam’iyyatul Hujjaj Kudus (JHK), halaman DPRD Kudus dan Alun-alun Simpang Tujuh.

Ketua Panitia Manasik Haji, Su’udi, menjelaskan,  Gedung Jam’iyyatul Hujjaj Kudus (JHK) yang digunakan tempat praktik wukuf layaknya di Padang Arafah. Kemudian dilanjutkan di belakang gedung JHK sebagai Muzdalifah.

Baca juga:  Satu Calon Jemaah Haji Asal Kudus Batal Berangkat

“Jadi calon Jemaah mengambil batu kecil sebanyak 28. Dan berjalan menuju ke halaman Gedung DPRD Kudus yang sebagai Lembah Mina,” jelasnya.

Setelah itu, lanjut Su’udi, kerikil yang telah diambil digunakan untuk mbalang jumrah. Dengan tiga tempat yang digambarkan sebagai Aqobah, Ula, dan Wustho.

“Kami membuatnya dari besi berupa kotakan. Dan kami cat warna krem. Agar mereka punya gambaran ketika di sana,” imbuhnya.

Para calon haji lalu melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki ke Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus yang diibaratkan sebagai Masjidil Haram. Seperti yang dilakukan Jemaah saat di Masjidil Haram, mereka melakukan kegiatan Thowaf dengan mengitari miniatur Ka’bah, serta berjalan di Padang Shofa dan Marwah.

Baca juga:  Empat Jemaah Haji Asal Kudus Dapat Perawatan Intensif

“Setelah selesai melakukan praktik manasik. Calon haji yang dibagi lima kloter ini akan kembali lagi ke JHK dengan diantar kendaraan,” ujarnya.

Pihaknya menginginkan, dengan adanya visualisasi yang jelas saat praktik terakhir ini. Para calon jemaah nantinya tak kebingungan akan pelaksanaan rukun-rukun Ibadah Haji di Makkah.

“Termasuk lansia dan beberapa yang memakai kursi roda tetap ikut praktik manasik,” pungkasnya.

Sementara itu, Calon Jemaah Haji, Junarsih, mengaku lebih memahami prosesi manasik setelah mengikuti praktik langsung. Ia yang akan berangkat bersama putrinya itu sudah melakukan banyak persiapan.

Baca juga:  Sinyal Dukungan DPD PAN ke Sam’ani dan Belinda

“Paling penting badan kita. Latihan fisik dan jaga kesehatan. Semoga lancar sampai akhir,” harapnya. (cr1/fat)