Kudus  

Ajang Pamer Potensi Wisata dan Budaya Melalui Jambore Pokdarwis

OPENING: Pj. Bupati Kudus bersama Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng sedang menancapkan gunungan wayang sebagai simbolis pembukaan Jambore Pokdarwis 2024. Sabtu, (18/5/2024). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Kabupaten Kudus menjadi tuan rumah ajang pameran destinasi wisata dan kebudayaan yang digelar selama dua hari. Yakni, 18 Mei dan 19 Mei 2024. Pada event tahunan Jambore Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) masing-masing Kabupaten/Kota di Jawa Tengah menampilkan berbagai keunikan karya yang khas.

Penjabat (Pj.) Bupati Kudus, M Hasan Chabibie menyampaikan, terima kasih kepada Pemprov Jateng karena menunjuk Kota Kretek sebagai tuan rumah Jambore Pokdarwis. Diharapkan hal ini bisa dimanfaatkan sebagai ajang promosi. Sebab, masing-masing kabupaten/kota di Jateng yang hadir juga menunjukkan kebudayaan, khasanah lokal, dan UMKM dari masing-masing daerah.

“Sebagai tuan rumah, Kabupaten Kudus juga menunjukkan kesiapannya menggelar kegiatan di level provinsi dan nasional, sehingga Kudus naik kelas dan bisa menjadi pintu masuk dan mercusuar di Jateng,” ujarnya.

Baca juga:  MTs Qudsiyyah Putri Terbitkan Buku di QP Book Fair

Kemudian, jambore rutin tahunan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kelembagaan kelompok sadar wisata melalui peningkatan sadar wisata dan aktualisasi Sapta Pesona. Selain itu, Kudus mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah. Dimana agenda ini semua kabupaten di Jawa Tengah menggelar berbagai stand dan pameran. Mereka menunjukkan karakter lokal dan kebudayaan masing-masing kabupaten.

“Saya kira ini menjadi sarana dan ajang promosi yang baik. Saling menunjukkan kebudayaan, khasanah lokal, pruduk, kerajinan lokal. Ini menunjukkan Kabupaten Kudus ini betul-betul siap untuk menggelar event di level provinsi maupun nasional. Itu artinya, menjadikan Kudus naik level,” bebernya.

Baca juga:  Update Penurunan Stunting Melalui Aplikasi eHDW
PAMERAN: Pj. Bupati Kudus bersama Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng mengunjungi salah satu stand di Jambore Pokdarwis 2024. Sabtu, (18/5/2024). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng, Agung Hariyadi mengatakan, adanya kegiatan ini dapat mendukung mereka dalam menampilkan hasil karya cipta pesona untuk memeriahkan festival tahun ini.

“Sudah ada 850 desa wisata dengan kategori maju 35 desa, selebihnya baru rintisan dan berkembang. Penyelenggaraan event tahunan ini, harapannya masyarakat menjadi penerima tamu yang baik untuk kunjungan wisatawan di Jateng,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat berperan aktif dalam menggali dan mengelola. Ini salah satu upaya pemerintah untuk menggerakkan masyarakat di desa supaya mampu meningkatkan nilai ekonomi. Sehingga kedepannya bisa mengurangi kemiskinan melalui desa wisata itu.

Baca juga:  Penambahan Los, Pasar Baru Kudus Digelontor Rp 200 Juta

“Kita arahkan untuk menjadi daya tarik wisata di desa. Misalnya Desa Kandri, Semarang itu ada kampung wisata yang sudah banyak dikunjungi warga asing. Disitu banyak belajar tentang seni wayang. Kita arahkan juga untuk menampilkan budaya. Jadi, orang asing itu suka akan budaya,” bebernya.

Ia menyebut, progres pemerintah mentarget wisata dan budaya mencapai 60 persen. Sedangkan 40 persen produk buatan lokal. Ia selalu kampanyekan eco social tourism. Semua digalakkan kepada masyarakat. Dari pemerintah hanya memberikan dorongan dan memfasilitasi. (cr3/fat)