Jepara  

Festival Memeden Gadhu Meriah, Pj Bupati Minta agar Terus Dilestarikan

SIMBOL: Pj Bupati Jepara menerima seserahan memeden gadhu di acara Festival Memeden Gadhu di Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Senin (20/5/2024). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Festival Memeden Gadhu Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara kembali digelar. Berbagai macam kesenian, dari atraksi budaya, lomba anak-anak, sampai arakan tumpeng ditampilkan oleh masyarakat sekitar.

Pantauan Joglo Jateng, sepanjang jalan menuju tempat titik lapangan, berjejer memeden gadhu didirikan. Diketahui, memeden gadhu atau hantu gadhu merupakan suatu tradisi sedekah bumi warga sebagai ungkapan rasa syukur pada apa yang telah diberikan bumi kepada para petani.

Selain itu, tradisi yang telah digelar selama 15 kali ini bukan hanya sebagai pegingat tradisi masa lalu, tetapi juga nostalgia lomba tradisi tempo dulu. Hal itu dilatarbelakangi karena sudah banyak jenis dolanan anak zaman dulu yang sudah banyak menghilang.

Baca juga:  Buka Gelar Karya Pendidikan, Pj Bupati Jepara: Jangan Ada Kekerasan Pada Anak

Sebanyak 500 memeden gadhu dibuat oleh masyrakat petani setempat. Bentuk memeden tersebut beragam, mulai dari petani bercaping, perempuan berbusana jilbab, sampai bentuk hewan. Dalam festival ini semua memeden gadu dan tumpeng raksasa dikirab mengelilingi desa, kemudian menuju pemakaman dan masyarakat makan-makan bersama.

SEMANGAT: Warga membawa tumpeng raksasa dikirab mengelilingi Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Senin (20/5/2024). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta menyampaikan bahwa dirinya bersyukur dan senang, lantaran Kabupaten Jepara kaya akan tradisi budaya. Pasalnya, tradisi budaya dapat meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat solidaritas masyarakat.

“Kita bersyukur bahwa Jepara itu kaya akan seni budaya yang dituangkan ke dalam sedekah bumi di masing-masing desa. Antusias maysarakat juga bagus,” papar Edy kepada awak media, Senin (20/5/2024).

Baca juga:  Pemkab Siap Dukung Program PWI Jepara

Edy meminta warga setempat untuk selalu meningkatkan dan membudayakan tradisi memeden gadhu ini. Sebab sebagai upaya untuk menghidupkan budaya di Jepara.

Terlebih, tradisi ini diharapkan tidak hanya berhenti sampai di desa maupun kabupaten saja. Tetapi harus sampai pada kancah nasional. Sehingga dapat berpeluang masuk ke dalan warisan budaya tak benda (WBTB).

“Saya minta tetap dipertahankan supaya anak-anak dapat mengingat sebagai kelesetarian budaya, dan tentunya menjadi peluang menjadi warisan budaya tak beda,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kepuk, Sawi menjelaskan pembukaan kegiatan Festival Memeden Gadhu ditandai dengan penyerahan burung hantu dari masyarakat Kepuk untuk Pj Bupati Jepara.

Baca juga:  Stabilkan Harga Bapok dengan Gerakan Pangan Murah

Menurutnya, sesuai dengan simbol burung hantu yang terpampang besar di panggung, diharapkan dapat membantu para petani untuk mengusir hama yang ada di ladang sawah mereka. Sehingga panen mendatang dapat berlimpah.

“Karena memang mayoritas Desa Kepuk adalah petani. Jadi, memedhen gadu ini jadi simbol bagi petani untuk mengusir hama di sawah,” pungkasnya. (cr4/gih)