Promosikan Wisata Heritage di Sleman melalui Prangko Buk Renteng

PAMERKAN: Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bersama tamu undangan saat meluncurkan prangko penanda kota buk renteng di Pendopo Parasamya, beberapa waktu lalu. (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Dalam peringatan Hari Jadi ke-108, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman resmi meluncurkan prangko sebagai penanda Kota Buk Renteng, beberapa waktu lalu. Hal itu sekaligus menjadi momentum promosi wisata heritage di Bumi Sembada.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, salah satu destinasi wisata yang unik dan perlu dipromosikan lebih lanjut adalah Selokan Van Der Wijck atau Buk Renteng. Dengan adanya prangko seri penanda Kota Buk Renteng ini, diharapkan dapat membantu publikasi bangunan cagar budaya. Karena di sana memiliki peran penting dalam sebagai lumbung pangan DIY.

Baca juga:  Pedagang Hewan Kurban Bantul Keluhkan Harga Tinggi Akibat Panitia Beli Langsung ke Peternak

“Saya berharap, peluncuran prangko seri penanda kota, Buk Renteng (Prangko Buk Renteng) sebagai upaya untuk lebih mengenalkan Buk Renteng pada tatanan yang lebih luas. Saya juga mengajak komunitas pecinta filateli dan penggerak wisata untuk turut memperkenalkan keindahan destinasi wisata di Sleman,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Nezar Patria menyambut baik  Peluncuran Prangko Seri Penanda Kota Buk Renteng itu, lantaran banyak makna dan fakta yang tersimpan dengan adanya prangko ini. Salah satunya, menjadi bukti bahwa prangko masih banyak diminati masyarakat. Hal itu bisa terjadi karena prangko dianggap memiliki makna historis.

Baca juga:  Hadapi Musim Kemarau, DPKP DIY Siap Beri Bantuan

“Sampai saat ini, prangko masih tetap dicari, disimpan, didiskusikan, dan diperlukan. Apalagi, pada abad 21, kita sudah memasuki era digital. Bahkan, saat ini sudah ada prangko digital. Tetapi, sejauh ini, prangko masih dikoleksi dan memiliki makna historis,” tambahnya.

Lebih lanjut, keberadaan Prangko Buk Renteng ini tidak hanya sebagai benda yang berfungsi dalam aktivitas pos, tetapi juga punya misi edukasi dan informasi. Harapannya, prangko  dengan ikon Buk Renteng tersebut bisa dikenal masyarakat di seluruh Indonesia, bahkan dunia.

“Hadirnya Buk Renteng ini menjadi kebanggaan bagi kita semua. Nantinya masyarakat bisa mengoleksinya, sebagai promosi pariwisata di Sleman supaya menjadi perbincangan di masa yang akan datang,” pungkasnya. (riz/abd)