SMP 1 Jekulo Sajikan Kebhinekaan dalam Agenda P5

POSE: Siswi SMP 1 Jekulo menunjukkan suasana stan dengan topik Tionghoa. Mereka dengan totalitas memakai pakaian khas ala Tionghoa dalam gelaran P5, di SMP 1 Jekulo, akhir pekan lalu. Insert: Salah satu siswa memperlihatkan praktik pembuatan rokok dengan mesin giling. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Jekulo menggelar P5 bertema Bhineka Tunggal Ika, Sabtu (18/5) lalu. Sebanyak 750 siswa-siswi kelas 7, 8 dan 9 menampilkan tema suku, ras dan profesi yang ada di Kabupaten Kudus.

Diantaranya suku Samin, Tionghoa, Kauman dan tiga profesi lainnya. Seperti buruh rokok, profesi pandai besi dan berdagang.

Menurut keterangan Kepala SMP 1 Jekulo, Ahmad Shofya Edi, pada gelar karya kali ini, para peserta didik menampilkan karya hasil observasi ke lokasi topik yang dipilih. Tak hanya itu, mereka bernampilan layaknya suku  Samin, Tionghoa, Kauman dan profesi yang dipilih.

“Dari 6 topik tersebut lebih dari 10 stand yang tersaji. Mereka mempresentasikan seolah suasana kelas ini menjadi topik yang mereka pilih. Misalnya topic buruh rokok mereka menyediakan alat giling agar para siswa lain bisa mencoba dan topik Tionghoa yang menyajikan dupa hingga tempat ibadah,” terangnya.

Baca juga:  Siswa SMA 2 Bae Olah Sampah, Penghijauan dan Beternak

Demikian itu, lanjut Edi, membuktikan bahwa para siswa benar-benar maksimal saat memahami penyampaian narasumber pada saat observasi ke tempat topik yang dipilih. Usai mengikuti kunjungan, mereka juga membuat laporan hasil observasi agar bisa mempresentasikan topik tersebut.

“Ada empat tahapan dalam P5 kami. Yaitu perencanaan, observasi, gelar karya dan evaluasi. Anak-anak diberikan kebebasan dalam memilih topic yang mereka inginkan. Kami para guru memberikan opsi berupa suku, ras dan budaya bahkan profesi yang ada di sekitar,” imbuhnya.

Dalam proses memilih topik, para siswa melakukan riset dan konsultasi kepada Bapak Ibu Guru. Sehingga topik yang dipilih benar-benar sesuai hati nurani dan tidak asal-asalan.

Baca juga:  SDN Mojosimo Gajah Dikenalkan Profesi Militer

“Suksesnya P5 ini menghasilkan karakter anak yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, punya gagasan dan berani bertanya. Selebihnya mereka lebih memahami suku, rasa, budaya dan profesi sekitar mereka,” beber Edi

Ia berharap dengan adanya P5 ini para siswa bisa memahami kehidupan yang tinggal secara beragam. Agar mereka tidak kehilangan jati diri. Menjaga kerukunan beragama dengan menerima agama atau suku lainnya.

“Harapannya ke depan anak-anak juga bisa memaknai bahwa ini tidak hanya sekedar show up saja. Memahami nilai-nilai bhineka tunggal ika agar memiliki kecintaan budaya bangsa budaya lokal Kudus,” harapnya

Pengawas SMP Kudus, Eni Kuswati mengapresiasi terselenggaranya P5 di SMP 1 Jekulo. Menurutnya pengambilan tema dengan topik yang dipilih sudah sesuai dengan ketentuan. Yaitu tema bhineka tunggal ika dengan suku, rasa, budaya hingga profesi yang ada di Kudus.

Baca juga:  Belajar Berniaga dengan Makanan Buatan Sendiri

“Banyak sekolah yang menggelar P5 tetapi tidak sesuai dengan aturan Kementrian. Maka hari ini SMP 1 Jekulo sudah melaksanakannya dengan tepat,” tandasnya.

Siswa Kelas 7, Najwa Dwi Maharani, mengaku senang bisa belajar tata cara pembuatan hingga sejarah rokok yang ada di Kudus. Menurutnya profesi buruh rokok merupakan profesi mulia yang banyak dijalani para Ibu.

“Senang sekali bisa melihat dan praktik cara membuat rokok. Sehingga kami bisa merasakan para ibu kita saat mencari nafkah,” imbuhnya sambil mempraktikan giling rokok. (cr1/fat)