Jepara  

Buka Pencanangan BBGRM dan Hari Kesatuan Gerak, Pj Bupati Ingatkan Pentingnya Gotong Royong

RAMAI: Pj Bupati Jepara Edy Suptiyanta mengunjungi salah satu stand bazar makanan di acara BBGRM dan HKG di Balai Desa Tigajuru, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Selasa (21/5/2024). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Gotong-royong merupakan jiwa bangsa, budaya, tradisi, dan karakter yang melekat dalam diri masyarakat Indonesia. Sepatutnya dipelihara dan dikembangkan sebagai kekuatan masyarakat. Di samping itu, gotong-royong menjadi identitas bangsa Indonesia sejak zaman nenek moyang.

Hal itu diungkapkan oleh Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta saat membuka Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-52 Tingkat Kecamatan Mayong di Balai Desa Tigaruju, Kecamatan Mayong, Selasa (21/5/2024).

“Gotong-royong adalah warisan nenek moyang kita. Maka perlu kita lestarikan dan tingkatkan bersama,” ujarnya.

Baca juga:  Pemkab Jepara Perintahkan Pemdes Sisir Anak Tidak Sekolah

Edy menyampaikan bahwa gotong-royong merupakan landasan semangat untuk membangun bangsa sekaligus penanaman modal sosial dalam menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, banyaknya komponen masyarakat yang turut serta dalam BBGRM ini menjadi bukti nyata terhadap upaya melestarikan budaya gotong-royong di Kecamatan Mayong masih terjaga dengan baik.

Di samping itu, Edy juga meminta kepada stakeholder maupun masyarakat untuk ikut serta meramaikan kontestasi politik 2024. Sehingga, masyarakat dapat menyalurkan hak pilihnya dalam Pilkada mendatang.

“Terimakasih sudah melakukan kegiatan bakti gotong-royong. Pesan di Pilkada nanti, mari kita sukseskan pesta demokrasi ini,” paparnya.

Baca juga:  Stabilkan Harga Bapok dengan Gerakan Pangan Murah
KETERANGAN: Pj Bupati Jepara Edy Suptiyanta saat memberi sambutan acara BBGRM dan HKG di Balai Desa Tigajuru, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Selasa (21/5/2024). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

Diketahui, kegiatan ini juga dimeriahkan sebanyak 18 stand produk olahan masyarakat sekitar. Karena itu, Edy meminta agar masyarakat dapat meningkatkan kualitas branding daripada produk olahan yang dibuat oleh masyarakat. Sebab, selain dapat menambah pendapatan juga memperoleh citra kepercayaan masyarakat.

“Makanan yang ditampilkan dalam acara ini bisa di-branding sebaik mungkin. Tujuannya bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tigaruju, Khambali menjelaskan, berbagai produk olahan yang disajikan masyarakat itu dalam rangka mendukung kegiatan pemerintah desa maupun kabupaten. Adapun olahan produk yang ditampilkan pun berbagai macam, mulai dari makanan tradisional, makanan kering dan basah.

Baca juga:  Ketua DPRD Jepara Beri Motivasi Santri soal Pentingnya Politik

Dengan itu, ke depannya, kegiatan ini bukan hanya sebatas seremonial saja. Melainkan dapat menambah pendapatan asal daerah (PAD) dan mengurangi angka pengangguran bagi masyarakat.

“Kegiatan ini murni hasil kerjasama dari petinggi desa se-Kecamatan Mayong. Dengan itu, kami berharap makanan yang ditampilkan dapat menjadi ikon dan menambah pendapatan,” pungkasnya. (cr4/gih)