Progres ITF Bawuran Mencapai 45 Persen

KONDISI: Area pembangunan ITF Karbonasi Bawuran, Pleret, Bantul, belum lama ini. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul menyebutkan, sampai dengan saat ini progres pengerjaan Intermediate Treatment Facility (ITF) Karbonasi Bawuran, Kalurahan Bawuran, Kapanewon Pleret sudah mencapai 45 persen. Pihaknya pun berharap, ITF Bawuran sudah mulai bisa beroperasi pada Juni mendatang.

Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi menyampaikan, ITF Karbonasi Bawuran masih berproses untuk menyelesaikan pengerjaan fisik. “Nanti kalau sudah selesai, terus dipasang alat mesin pengolah sampahnya. Kalau untuk progresnya, sampai hari ini 45 persenan,” ungkapnya, Senin (20/5/24).

Bambang mengatakan, ITF Bawuran ini diupayakan sudah bisa dipergunakan pada bulan Juni nanti. Mengingat sebelumnya, ITF Bawuran ini direncanakan selesai pada awal Mei. Selain itu, kondisi mendesak juga mendorong percepatan pengerjaan tersebut.

Baca juga:  Hari Lingkungan Hidup, Wujudkan Bantul Bersama 2025

“Diharapkan Juni ini sudah bisa beroperasi. Tapi tentu saja tinggal kesiapan infrastruktur fisik, termasuk mesinnya sudah terpasang. Mudah-mudahan target Juni ini (beroperasi, red) terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, tempat pembuatan sampah sementara (TPSS) Gadingsari sari sebelumnya diprediksikan akan penuh pada akhir Mei. Namun di lain sisi, belum ada tempat pengganti sekaligus TPSS baru dan belum ada TPST yang selesai dikerjakan. “Antisipasinya kita tetap mengatur supaya TPSS di Gadingsari itu bisa satu bulan lagi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, untuk mengatasi masalah transisi ini, pihaknya mendorong masyarakat untuk tetap mengurangi dampak dengan cara melakukan pemilu sampah. Kemudian, DLH juga akan memberdayakan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu – Reduce, Reuse, Recycle (TPST3R) yang ada di masyarakat.

Baca juga:  Dispar Tegaskan tak Ada Larangan Study Tour ke Bantul

“Lalu kami juga mempercepat proses pembangunan infrastruktur untuk TPST Dingkikan. Kan ada tiga modul, modul satu diupayakan akhir Mei atau awal Juni sudah bisa beroperasi. Makanya kita kebut siang-malam mengerjakan itu,” pungkasnya. (nik/abd)