Kudus  

10 SD/MI di Kudus Terpilih Ikuti Program Sekolah Mitra

SIMBOLIS : Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Kepala Kantor Kementerian Agama Kudus dan Ketua PBG Kudus meresmikan program Berbudaya Aktif Literasi Numerasi (Beraksi) di PBG Kudus, Senin, (20/05/2024). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus bersama Bakti Pendidikan Djarum Foundation meresmikan program Berbudaya Aktif Literasi Numerasi (Beraksi). Acara yang berlangsung di Aula PBG Kudus ini diikuti bersama 10 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) terpilih, pada Senin, (20/05/2024).

10 sekolah tersebut yaitu MI NU Darul Ulum 02, MI Maslakul Falah. Kemudian SD 1 Pladen, SD 2 Piji, SD 3 Karangmalang, SD 3 Terban, SD 4 Bulungcangkring. Serta SD 4 Kesambi, SD 5 Karang Bener, dan SD Widya Kirana.

Ketua PBG Kudus, Rizky Oktavian mengungkapkan, adanya program Beraksi ini merupakan bentuk keprihatinan  terhadap belum optimalnya nilai rapor pendidikan dalam kompetensi literasi numerasi. Dengan capaian literasi sebesar 58,9 persen dan sebesar 61,02 persen.

Baca juga:  Ngembal Kulon Juara Lomba Desa Tingkat Kabupaten

“Hal ini bisa jadi karena masih rendahnya kompetensi guru dalam peningkatan literasi numerasi. Atau lingkungan sekolah yang belum menunjukkan lingkungan ramah literasi dan numerasi,” ungkapnya usai Kick Off program Beraksi di PBG Kudus

Adapun sasarannya adalah para guru di 10 sekolah dan madrasah tersebut. Jika mereka sudah mencapai kompetensi yang diharapkan maka bisa mengimbaskan kepada peserta didik maupun sekolah lain.

“SD/MI yang terpilih murni hasil seleksi dan verifikasi lapangan. Berdasarkan kriteria baik keadaan sekolah dalam hal literasi numerasi. Serta kekuatam komitmen semua warga sekolah. Baik kepala sekolah, guru hingga orang tua,” katanya.

Baca juga:  Bawaslu Kudus Buka Pendaftaran Calon Panwaslu Kelurahan di Pilkada 2024

Program Officer Bakti Pendidikan Djarum Fondation, Marcella Marissa, menyebutkan, pembinaan intensif akan dilakukan selama 6 bulan. Dengan durasi satu kali dalam seminggu di luar Kegiatan Belajar Mengajar.

“Setiap minggu akan ada tim fasilitator dari PBG yang datang ke sekolah untuk melakukan pendampingan intensif. Mulai dari teori hingga praktik pembelajaran berdiferensiasi, konsep p5 yang baik dan lain-lain,” ujarnya.

Ia berharap seluruh sekolah tercipta ekosistem literasi numerasi dengan hadirnya program beraksi ini. Sehingga tercipta sinkronisasi program pemerintah dalam Kurikulum Merdeka pembelajaran berdiferensiasi berbasis literasi numerasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Harjuna Widada, mendukung, progran beraksi yang diluncurkan sejalan dengan arah kebijakan terkait peningkatan literasi numerasi dan pendidikan karakter. Dua kemampuan dasar esensial yang harus diusahakan untuk mencapai program maksimal.

Baca juga:  Gebyar Menawan Mantu Resmi Dibuka

“Sepuluh sekolah yang telah bersaing mendapatkan tiket sekolah mitra, silakan manfaatkan unutuk menggali sedalam mungkin olmu. Kembangkan ilmu yang diberikan dan jangan lupa mengimbaskan ke guru lainnya,” pesannya.

Demikian juga disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kudus, Suhadi. Menurutnya, dengan adanya program ini bisa memberikan dampak pada mutu pendidikan yang ada di Kudus.

“Kami juga berterima kasih dengan pihak-pihak yang telah memberikan fasilitas tersebut, utamanya dari pihak Djarum Foundation.  Juga Disdikpora, semoga ini bisa terjalin ke depannya,” harapnya. (cr1)