Bawaslu Bantul Minta Pemkab Review Ulang Perbup APK

PENINDAKAN: Proses penurunan APK yang melanggar tata cara pemasangan pada kontestasi Pemilu, beberapa waktu lalu. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bantul akan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul untuk me-review kembali Peraturan Bupati (Perbup) No. 68 tahun 2023. Pasalnya, pada Pemilu lalu, masih marak terjadi pelanggaran tentang tata cara pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK).

“Titik tolak kami terutama kalau bicara pelanggaran administratif, yaitu terkait APK. Maka, kita akan bicara bagaimana efektivitas dari regulasi  yang tertuang dalam Perbup No. 68 tahun 2023,” ungkapnya, Selasa (21/5/24).

Menurutnya, Bawaslu akan menilai sejauh mana efektivitas penegakan Perbup ini di lapangan. Sehingga, berbagai pelanggaran terkait tata cara pemasangan APK tidak terulang kembali.

Baca juga:  Bentuk Sigrak, Cegah Kekerasan pada Perempuan & Anak

“Termasuk kita akan mendorong Pemkab untuk me-review, melihat kembali, sejauh mana Perbup itu mengakomodir semua jenis alat peraga kampanye (APK) yang dimungkinkan dipasang Paslon ke depan. Jangan sampai ada alat peraga yang tidak ter-cover atau tidak tersebut di Perbup,” jelasnya.

Didik mengatakan, kenapa review ulang ini menjadi penting adalah untuk melihat celah-celah yang belum masuk dalam aturan. “Meskipun Perbup itu sebenarnya sudah meng-cover Pemilu dan Pilkada, tapi kan kita perlu melihat, apakah secara substansi materi dari Perbup itu sudah mengakomodir semua jenis APK, khususnya untuk Pilkada. Ini yang akan kita lihat bersama,” imbuhnya.

Baca juga:  Polres Bantul Pastikan Malam Takbiran Berjalan Kondusif

Lebih lanjut dirinya menambahkan, terdapat banyak jenis APK, di antaranya spanduk dan baliho. Menurutnya, baliho itu sendiri ada yang berbayar dan ada yang tidak berbayar. Oleh sebab itu, semua variasi APK harus diatur.

“Pada Pemilu yang lalu, pelanggaran paling banyak bersumber dari segi tata cara pemasangan, bukan dari sisi konten, kalau konten kita belum menemukan. Jadi yang lebih dominan dari segi tata cara pemasangan. Setelah ada revisi nanti, harapannya akan lebih baik lagi,” tandasnya. (nik/abd)