Baznas Rembang Gelar Sosialisasi UPZ Berlandaskan Hukum

PAPARKAN: Ketua Baznas Rembang sedang memaparkan materi tentang landasan hukum tentang pengelolaan zakat di kantor, Rabu (22/05/2024). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Rembang menggelar sosialisasi tentang Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid se-Kabupaten Rembang. Hal ini disampaikan oleh Ketua Baznas, Mohammad Ali Anshory di kantor pada Rabu, (22/5/2024).

“Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. UPZ sebagai mitra BAZNAS, bertujuan untuk memfasilitasi layanan zakat pada pengelola zakat di masjid dan musholla  yang zakatnya selama ini belum optimal dan belum dikelola dengan baik,” ujarnya.

Ia menyampaikan, seluruh UPZ yang mengumpulkan sumber dana dari masyarakat yang berupa zakat, infaq, dan shodaqoh harus ada payung hukum yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang setempat. Kewenangan di sini yang ia maksud kepala Baznas kabupaten/kota.

Baca juga:  Pemkab Rembang Upayakan Bantuan Embung Dilahan Pertanian

“Sehingga dalam hal ini, baznas berkewajiban memberikan informasi sekaligus memberikan payung hukum kepada pengelola UPZ yang ada di bawah berbentuk pengumpul zakat,” imbuhnya.

BERSAMA: Baznas Kabupaten Rembang menggelar sosialisasi UPZ Masjid se-Kabupaten Rembang di kantor Rabu, (22/5/2024). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

Sementara itu, total masjid di Kabupaten Rembang sebanyak 568. Dengan adanya landasan hukum tersebut diharapkkan aman dalam proses pengambilan zakat, infaq, dan shodaqoh di masyarakat.

“Ketika UPZ sudah memiliki landasan hukum. Tentunya sudah dianggap legal. Pengelolaan zakat secara otomatis terlindungi atas hak dan kewajibannya,” bebernya.

Diketahui, setelah kegiatan ini, ia berharap KUA akan menindaklanjuti dengan cara mensosialisasikan adanya UPZ kepada takmir masjid di seluruh desa. Berkaitan dengan hal itu, Ia menyebut, target pengumpulan zakat di Kabupaten Rembang tahun ini sebanyak Rp 10,3 miliar.

Baca juga:  Pencatatan Nikah Semua Agama Belum Ada Kelanjutan

“Kami berharap kesadaran para pengelola lembaga pengumpul zakat di masing-masing lembaga itu bisa standar memilki landasan hukum semua,” pungkasnya. (cr3/fat)