Demak  

Dinpar Demak Kejar PAD Pariwisata

Kepala Dinpar Demak, Endah Cahya Rini.
Kepala Dinpar Demak, Endah Cahya Rini. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Demak tahun ini akan mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pariwisata melalui pasar rakyat dan pemanfaatan lahan yang ada. Bukan lagi melalui penarikan retribusi di daya tarik wisata Makam Sunan Kalijaga dan Masjid Agung.

Kepala Dinpar Demak, Endah Cahya Rini menyampaikan, mulai tahun ini pihaknya tak lagi menarik retribusi untuk dua daya tarik wisata. Yaitu, Makam Sunan Kalijaga dan Masjid Agung Demak. Untuk pengelolaannya sudah dialihfungsikan ke pihak lain.

“Karena, dua daya tarik wisata itu bukan aset Pemkab Demak. Jadi target PAD di pariwasata lebih ke penyelenggaraan pasar rakyat dan pemanfaatan lahan tembiring,” ungkapnya kepada Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Dinpar Demak Fokus Garap Pengembangan Desa Wisata

Kemudian, ada pula pemanfaatan Lahan Pujasera sekitar area Masjid Agung dan Wisma Khasanah di Kauman Bintoro. Selain itu, pemerintah juga memiliki fasilitas tempat Mandi Cuci Kaki (MCK) di Tembiring. Jadi, kata Endah, target PAD-nya itu.

“Kalau untuk memaksimalkan potensi, dengan menggelar pasar rakyat grebek besar yang dilaksanakan pada akhir Mei 2024 hingga bulan depan di Tembiring,” tandasnya.

Dengan begitu, target PAD tahun ini sebesar Rp 230 juta. Pihaknya akan berupaya memaksimalkan pemanfaatan lahan Tembiring.

“Kita berupaya untuk mengajak siapapun yang ada untuk memanfaatkannya. Misalnya pentas seni mengundang artis, atau bisa parpol yang mau kampanye. Lahan itu bisa disewa yang sesuai perda,” pungkasnya. (adm/fat)