HUT Ke 64, SMPN 2 Kudus Galakkan Empat Program Literasi

SIMBOLIS : Kepala SMPN 2 Kudus secara simbolis menyerahkan potong tumpeng kepada Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus di momen peringatan HUT ke 64 pada Rabu, (22/05/2024). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Memasuki usia ke 64, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Kudus mengangkat tema Literasi Pancarkan Prestasi dalam puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) pada Rabu, (22/05/2024).

Hingga kini, sekolah tersebut memiliki empat program literasi. Yaitu cikali, glidis, pojok baca dan halte baca.

Kepala SMPN 2 Kudus, In Setyorini menyampaikan,  program literasi merupakan hal penting agar siswa-siswi memiliki kemampuan mengolah informasi dan pengetahuan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, literasi bukan hanya soal membaca, tetapi berkaita denga sains, budaya hingga finansial.

“Dengan penguatan literasi anak akan terbiasa mengolah informasi. Dan memaknai setiap bacaan sehingga tidak salah pemaknaan,” ujarnya.

Lebih lanjut In memaparkan, empat program literasi yang dimiliki SMPN 2 Kudus telah berjalan. Yang pertama yaitu  program Cipta Karya Literasi (Cikali). Pada program ini, bertujuan mewadahi hasil karya literasi para siswa melalui penerbitan buku.

Baca juga:  Juknis PPDB SD SMP di Kudus Bakal Dirilis Awal Juni

“Baik itu antologi maupun karya individu. Dari berbagai mata pelajaran, termasuk mapel IPA, Matematik, Bahasa Indoneisa hingga Bahasa Jawa. Karya anak tersebut kami terbitkan dan dipajang di perustakaan,” sambung dia.

Yang kedua yaitu program Gerakan Literasi Digital (Glidis). Sebagai salah satu upaya merambah literasi ke dunia digital. Termasuk penggunaan digital dalam absensi.

“Dalam bentuk digital ini memancing anak agar memahami pemanfaatan komunikasi smartphone sebagai belajar. Bukan hanya sekadar maim game saja,” kata dia.

INOVASI: Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Harjuna Widada melihat secara langsung salah satu program literasi yang ada di SMPN 2 Kudus saat peringatan HUT ke 64 pada Rabu, (22/05/2024). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

Selanjutnya, imbuh In, SMPN 2 Kudus juga memiliki pojok baca di setiap kelasnya. Meskipun ruangnya lebih kecil, ini bisa membantu para siswa ketika mengisi waktu istirahat mereka dengan membaca.

Baca juga:  Asyiknya Edutrain Naik Kereta Ala Siswa SD Muhammadiyah BW

“Ada space rak buku di masing-masing kelas. Mereka bisa bergantian membaca saat istirahat tiba. Ini juga untuk memudahkan khususnya kelas yang lokasinya jauh dari perpustakaan,” imbuhnya.

Adapun yang terakhir yaitu halte baca. Sebagai alternatif mengisi waktu luang dan kebosanan para siswa saat menunggu jemputan orang tua. Halte ini ditempatkan di ruang terbuka area penjemputan yang juga berfungsi mensterilkan para siswa agar tidak mengganggu jalan.

“Anak anak pun merasa terfasilitasi dengan baik. Mereka tidak menunggu sambil main hp tetapi sambil baca buku.  Akan tetapi program keempat ini masih proses pembangunan,” bebernya.

Baca juga:  Implementasi Pelajaran Fikih, 145 Siswa Ikuti Manasik

In mengakui adanya penguatan literasi tersebut berimbas rapot pendidikan 2023 literasi numerasi di atas standar. Yaitu meningkat dari angka 96 persen di 2023 menjadi 100 persen di 2024 ini.

“Mudah-mudahan prestasi ini terus bisa kita pertahankan. Dengan memberikan motivasi kepada anak-anak sebagai agen literasi termasuk memberikan reward atau hadiah bagi mereka yang rajin membaca,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Harjuna Widada menyebutkan,  di usia yang 64 tahuni ini. Tentu banyak tantangan yang dihadapi. Termasuk upaya untuk terus berinovasi baik itu para guru maupun siswa.

“Dengan tema literasi sebagai landasan prestasi ini diharapkan SMPN 2 Kudus semakin sukses mencetak generasi muda berkarakter dan berprestasi,” harapnya. (cr1/fat)