Tak Terima Dibangun TPA, Warga Geruduk Kantor Desa Purana

RAMAI: Warga Desa Purana dan Pedagung protes keras pembangunan TPA di Desa Purana, Selasa (21/5/24). (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Walaupun telah lama digembor-gemborkan akan dibangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dari setahun lalu, warga Desa Purana dan Desa Pedagung, Kecamatan Bantarbolang menggeruduk Kantor Desa Purana, Selasa (21/5/24). Mereka berkumpul memprotes pembangunan TPA yang diduga tanpa adanya sosialisasi atau komunikasi kepada lingkungan masyarakat sekitar.

Salah satu tokoh pemuda di Desa Purana, Muslaena menuturkan, dalam orasinya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang belum melakukan sosialisasi rencana pembangunan TPA di sekitar lingkungannya. Sehingga bersama ratusan masyarakat dari Desa Purana dan Desa Pedagung menolak adanya pembangunan tersebut, sebab pastinya akan mengakibatkan pencemaran lingkungan apalagi sampah yang menumpuk tanpa ada daur ulang.

Baca juga:  Mansur Diberi Rekomendasi Langsung dari DPP PPP

“Kita di sini menuntut pemerintah desa bahkan Pemkab untuk menghentikan pembangunan TPA di Desa Purana. Karena pasti bau dan mencemari lingkungan,” terangnya, Selasa (21/5/24).

Bahkan, jika mendapatkan uang kompensasi, pihaknya sepakat tetap akan melakukan penolakan. Harapannya jeritan rakyat dua desa itu bisa didengar oleh pemerintah dan segera ada tindakan pasti atau solusi permasalahan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang Wiji Mulyati menyampaikan, ini merupakan proyek strategis Pemkab Pemalang 2024, dalam rangka penanganan serta pengelolaan sampah. Namun, pihaknya membantah bahwa tidak adanya komunikasi sebelum adanya pembangunan TPA di Desa Purana, Kecamatan Bantarbolang.

Baca juga:  Pemkab Pemalang Siapkan 14 Hewan Kurban

“Kita sudah koordinasi dengan banyak pihak dan pembangunannya juga di tanah milik Perhutani. Obrolan ini sudah sering kita sampaikan ke masyarakat sejak 2023, di mana saat itu ada penumpukan sampah karena kebakaran TPA Pesalakan. Jadi tetap bangun sesuai rencana sebab semua sudah setuju,” jelasnya.(fan/sam)