Kudus  

Tingkatkan Kerukunan Beragama, Tanamkan Nilai Harmonisasi Bangsa

PAPARAN: Pemateri Ketua FKUB Kabupaten Kudus, Prof M Ikhsan saat menyampaikan materi tentang harmonisasi kebangsaan, Selasa (21/5/24). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kudus menggelar sosialisasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Selasa (21/5/24). Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kerukunan beragama dengan menanamkan nilai-nilai harmonisasi bangsa.

Ketua FKUB Kabupaten Kudus, Prof M Ikhsan mengatakan, sosialisasi kepada kalangan organisasi masyarakat ini dalam rangka peningkatan peran fungsi FKUB dalam menjaga harmonisasi kebangsaan. Selain itu juga untuk menjaga keserasian hubungan timbal balik antar manusia.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaga hubungan dengan kelompok masyarakat di tengah-tengah keberagaman agama, suku, adat istiadat, ekonomi, sosial, ras, suku, gender dan budaya,” ungkapnya kepada Joglo Jateng, Selasa (21/5/24).

Baca juga:  Pemdes Ngembal Kulon Bangun 55 Titik Jalan

Menurutnya, tema harmoni kebangsaan memiliki makna berupa keserasian hubungan timbal balik antar manusia atau kelompok masyarakat. Di tengah-tengah keberagaman sosial budaya yang dilindungi negara untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berdaulat.

Diharapkan elemen masyarakat yang hadir, setelah mengikuti kegiatan sosialisasi, dapat memperkuat spirit, membangun semangat kebangsaan menuju Indonesia yang damai dan sejahtera. Kemudian mampu mengaktualisasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan bermasyarakat.

“Mereka juga harus membangun dan memperkuat kerukunan warga untuk menciptakan harmonisasi sosial di masyarakat pada daerah rawan konflik,” tukasnya.

Baca juga:  Dewan Minta Dispertan Kudus Teliti Lahan Desa Menawan yang Ikuti Program Penanaman Tembakau

Bahkan, mereka harus mampu mencetak tenaga pelopor perdamaian lintas generasi yang siap menjadi kader penggerak perdamaian dalam rangka penanganan konflik sosial. Adapun enam pilar harmonisasi kebangsaan juga harus dimilikinya.

“Seperti saling mengenal, saling membantu satu sama lain, menjaga toleransi, empati, tidak saling menjatuhkan tetapi saling menguatkan, dan saling menjalin kebersamaan,” tukasnya.

Sementara itu, Kabid Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama Kesbangpol Kabupaten Kudus, I’in Vestriaswari menyebut, pihaknya perlu melakukan kerja sama dengan FKUB Kudus dalam menggelar sosialisasi atas tema yang sudah ditentukan. Hal itu bertujuan untuk pembinaan lebih lanjut.

Baca juga:  Petani Desa Menawan Wiwit Tandur Tanam 26 Ribu Tembakau

“Kegiatan itu juga dihadiri oleh tokoh agama, lintas agama, ormas, dan pemuda yang bergerak di bidang keagamaan,” tandasnya.

Melalui pembinaan FKUB, kata dia, diharapkan semua unsur yang hadir bisa saling bersinergi dalam mendukung kegiatan Pilkada 2024 yang aman, damai, dan kondusif. Serta mampu menjaga kerukunan, dan ketentraman di masyarakat. (adm/fat)