Biasakan Berbahasa Asing, Siswa SD Masehi Kudus Praktik Berjualan dengan Logat Bahasa Inggris

SIGAP: Nampak siswa-siswi SD Masehi Kudus antusias praktik jual beli dalam Market Day yang digelar di halaman SD Masehi Kudus, beberapa waktu lalu. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo JatengLearning Speak English menjadi salah satu program unggulan SD Masehi Kudus. Praktik speak english ini pun diterapkan 485 siswa-siswi kelas 1 hingga 6 SD Masehi dalam market day Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Total 93 stand dari 17 kelas dikreasikan para siswa sebagai tempat berwirausaha dan jual beli. Uniknya, mereka menggunakan Bahasa Inggris sebagai percakapan mereka selama proses jual beli.

Seksi Kesiswaan, Agung Fitrianto menyebutkan, even market day ini tak hanya mengajarkan anak-anak berwirausaha tetapi juga membiasakan mereka dalam berbahasa. Sebelum melakukan gelar karya atau praktik, siswa juga diajak ke beberapa narasumber yang memiliki produk usaha.

Baca juga:  SMP 2 Kaliwungu Gelar Rangkaian HUT ke 34

“Jadi sebelum mereka praktik, mereka diajak outing class untuk melihat proses pembuatan produk, membuat kemasan hingga strategi marketing. Ilmu yang didapat dari narasumber kemudian diaplikasikan dalam praktik market day hari ini,” ujarnya kepada Joglo Jateng pada Rabu, (22/5/2024)

RAMAI: Salah satu stand dagangan siswa SD Masehi Kudus banyak didatangi rekannya untuk membeli saat Market Day yang digelar di halaman SD Masehi Kudus, beberapa waktu lalu. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

Pada kunjungan tersebut, pihaknya membagi menjadi dua kelompok jenis produk yang dibuat. Yaitu kelas 1 dan 2 diajak belajar membuat aksesoris berupa boneka, gantungan kunci dan lain-lain. Sementara kelas 3 hingga 6 berkunjung ke tempat pembuatan roti.

“Ada yang ke tempat produksi roti dan ada yang ke tempat produksi aksesoris. Bahkan kami pun mengundang salah satu orang tua murid yang memiliki usaha untuk mendemonstrasikan praktik pembuatan kue,” imbuhnya.

Baca juga:  Ratusan Siswa SD IT Al Islam Ikuti Wisuda Tahfidz

Dikatakannya, para siswa juga membuat logo produk mereka sendiri. Pada pengemasannya pun mereka bervariasi sesuai dengan kreativitas masing-masing. Sementara siswa kelas 5-6, mereka juga diberikan ilmu menghitung modal dan keuntungan.

“Saat proses jual beli mereka juga seolah menerapkan program sift. Dalam satu kelompok yang terdiri sekitar empat orang, ada yang berjaga menjual produk dan ada yang membeli produk teman lainnya,” katanya.

PROMOSI: Tampak siswa-siswi SD Masehi Kudus menarik pembeli untuk mengunjungi stand mereka. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

Kepala SD Masehi, Subekti Kusumadewi, mengapresiasi antusias siswa yang  sangat tinggi. Ia melihat kreativitas anak-anak sangat beragam saat mengikuti Market Day.

“Antusias anak-anak sungguh luar biasa dan diluar ekspektasi. Mereka benar-benar mempraktikan ilmu yang didapat selama kunjungan,” ungkapnya.

Baca juga:  Peduli Lingkungan, SMP 3 Satu Atap Gebog Tanam 200 Rumput Vetiver

Ia berharap, melalui even market day ini bisa memberikan kenangan dan memori indah yang membekas di ingatan. Lebih lagi menjadi bekal mereka yang ingin membuka wirausaha.

Siswi kelas 5, Candy Tavisa Rajapatni, mengaku senang bisa membuat produk dan menjualnya. Ia yang membuat olahan makanan sandwich ini mendapatkan ilmu banyak dari market day.

“Kami 1 kelompok 6 orang. Membuat kemasan dan produknya satu kelompok dan kami namakan produknya Dream Sandwich,” paparnya. (cr1/fat)