Gelar RUMAKET dan Ruang Dialog Lintas Masyarakat Demi Kelestarian Budaya Kota Yogyakarta yang Berkesinambungan

DIALOG: Sekda Kota Yogyakarta Ir. Aman Yuradijaya, M.M. menjadi narasumber dalam seminar nasional di Hotel Kimaya Sudirman, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JOGJA))

KOTA, Joglo Jogja Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta kembali menggelar Ruang Masyarakat Ketemu (RUMAKET) 2024. Acara tahunan itu menjadi bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan Warisan Budaya Takbenda untuk merayakan keunikan budaya Kota Yogyakarta.

RUMAKET menjadi salah satu wadah untuk mengangkat keunikan wayang, batik dan keris, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas kultural Nusantara. Bukan sekadar perayaan budaya, namun RUMAKET juga menjadi wadah bagi pelaku seni budaya dan masyarakat untuk bertemu, berkolaborasi, dan bersinergi.

Oleh karenanya, melalui berbagai rangkaian kegiatan, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta berupaya untuk mempromosikan keberagaman budaya dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap Warisan Budaya Takbenda.

RUMAKET juga menjadi ruang dialog masyarakat yang mengemas gagasan, tantangan dan solusi dalam upaya pelestarian warisan budaya. Salah satunya yang dikemas dalam Seminar Nasional bertema “Resilience of Cultural Heritage Areas to Encourage Sustainable Community Empowerment (Resiliensi Kawasan Cagar Budaya Guna Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan)” di Hotel Kimaya Sudirman dan dilaksanakan secara daring melalui zoom dan streaming Youtube pada 8 Mei 2024.

Baca juga:  KPU Kota Yogyakarta Butuh 1.234 Pantarlih untuk Lakukan Coklit

Seminar itu menjadi media dialog yang mempertemukan pemerintah, akademisi dan masyarakat untuk mendiskusikan perlindungan dan pemberdayaan Warisan Budaya Takbenda.

Peranan Budaya dan Wanita Jawa di RUMAKET 2024

Selain seminar, mengusung tema Kuasa Wanita Jawa, RUMAKET 2024 menghadirkan pameran yang menampilkan koleksi-koleksi berharga yang mengangkat peran perempuan dalam budaya Jawa serta keragaman budaya Yogyakarta. Dikuratori Fajar Wijanarko, pameran tersebut digelar di Ruang Wijaya Kusuma Taman Budaya Embung Giwangan.

Kuasa Wanita Jawa menjadi tajuk utama gelaran RUMAKET Tahun 2024, yang dituangkan dalam sarasehan di penghujung perayaan budaya ini.

Baca juga:  Okupansi Hotel DIY Menurun Dibanding Tahun Lalu

Sarasehan tersebut merujuk pada diskusi tentang peran wanita Jawa terhadap peradaban yang berkorelasi dengan kesetaraan gender.

Kuasa Wanita Jawa menjadi tajuk utama gelaran RUMAKET Tahun 2024. (HUMAS/JOGLO JATENG)

Menghadirkan pula tiga orang narasumber dalam sarasehan tersebut, yakni Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti S.Sos, M.M., Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Dr. Restu Gunawan M.Hum., dan Sekda Kota Yogyakarta Ir. Aman Yuradijaya, M.M.

Sejalan dengan tema besar RUMAKET, acara itu juga turut dimeriahkan peragaan busana dengan tema “Women Empowerment”. Melibatkan sejumlah tokoh wanita dari berbagai profesi, sebagai bentuk apresiasi terhadap peran perempuan dalam masyarakat.

Fashion show yang digelar di Amphitheater Taman Budaya Embung Giwangan, turut melibatkan designer Nita Azhar dan komposer musik Anon Suneko.

Rangkaian acara itu juga turut menampilkan Pertunjukan Kolaborasi Wayang berjudul ‘Srikandhi Maguru’. Menghadirkan kolaborasi antara berbagai seni wayang dan musik karawitan, pertunjukan kolaborasi wayang, serta Talkshow dan Workshop “Wayang, Batik dan Keris di Yogyakarta.

Baca juga:  Gerinda Ajukan Kepala DPUPKP Bantul Maju Pilkada

Rangkaian kegiatan itu bertujuan untuk mendalami pemahaman tentang kekayaan budaya lokal. Selain itu, RUMAKET juga dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Yogyakarta, serta pecinta budaya untuk turut serta merayakan keanekaragaman budaya yang membanggakan.

“RUMAKET tahun ini sudah dapat dilaksanakan secara terbuka, sehingga lebih banyak masyarakat yang bisa mengakses kegiatan-kegiatan RUMAKET. Kegiatan RUMAKET ini sebagai salah satu media ruang masyarakat ketemu, tempat kita berinteraksi, berkolaborasi dan juga berjejaring, sehingga banyak komunitas yang kemudian di sini kita pertemukan untuk mendiskusikan banyak hal, melakukan aktivitas banyak hal yang tentu saja untuk kerja-kerja budaya,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti S.Sos, M.M. (adv/hms)

#Rumaket #DinasKebudayaanKotaYogyakarta