Pati  

Dilanda Kekeringan, Warga Tambahagung Kesulitan Air Bersih

AMBIL: Tampak warga Desa Tambahagung Tambakromo Pati sedang mengambil bantuan air bersih, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Warga Desa Tambahagung, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati mengalami kesulitan air bersih. Kondisi ini sudah berlangsung selama satu bulan belakangan ini.

Mereka pun hanya bisa mengandalkan bantuan yang datang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, ada warga di desa ini yang mandi menggunakan air galon isi ulang.

Kondisi ini khususnya dirasakan warga RT 3 RW 1 Desa Tambahagung. Salah satunya, Kartubi, yang mengaku terpaksa mandi pakai air galon isi ulang karena sumurnya mengering.

“Sudah 1 bulan kekeringan. Kondisi ini sangat sulit. Jadi terpaksa mandi pakai air galon isi ulang,” kata dia.

Baca juga:  Petani Pundenrejo Berjalan 30 Kilometer Minta Tanah Nenek Moyangnya

Dalam waktu sehari saja, Kartubi dan keluarganya bisa menghabiskan enam hingga delapan galon. Sedangkan satu galonnya, ia beli dengan harga Rp 4 ribu.

“Beli Rp 4 ribu satu galon. Satu galon buat mandi satu orang itu enggak cukup. Jadi satu hari satu rumah itu butuh enam galon atau delapan galon,” ucapnya.

Menurutnya, kekeringan yang melanda desanya ini terbilang cepat. Mengingat saat ini masih baru awal musim kemarau.

“Ini kemarau baru tapi sudah tidak ada air di sumur. Jadi bantuan air bersih sangat diharapkan,” harap dia.

Baca juga:  385 Kades di Pati Terima Perpanjangan Masa Jabatan

Kejadian serupa juga dialami oleh Kismanto. Ia sebelumnya masih bisa meminta bantuan tetangga yang sumurnya masih ada airnya. Namun belakangan ini kondisi warga lainnya juga sama dengannya.

“Biasanya mencukupi sehari biasanya minta sama tetangga yang airnya masih keluar. Tapi kini sudah tidak yang keluar,” ujar dia.

Ketua RT 3 RW 1, Kasmantoro menyebut ada ratusan warga di RT-nya yang terdampak kekeringan. Dengan kondisi ini membuat mereka hanya bisa pasrah menunggu bantuan air bersih datang.

“Ada 53 KK. Kira-kira 525 jiwa. Untuk mencukupi kebutuhan air setiap harinya warga beli air dan mengandalkan bantuan,” sebutnya.

Baca juga:  Perbaikan Jalan Alternatif Pati-Grobogan Butuh Rp 500 Juta

Kasmantoro menyampaikan, sumber mata air di desanya sudah mulai mengering. Sehingga ia berharap ada bantuan air bersih yang datang.

Sebelum kekeringan sumur yang ada. Tapi untuk saat kekeringan total. Ini udah bertahun-tahun. Harapan saya bantuan tetap lancar dan ada sumber air,” pungkasnya. (lut/fat)