HAE Theater Gelar Teater Monolog “Pagi yang Merepotkan” di TBRS Semarang

PERCAYA DIRI: Pemeran Utama Salma Ibrahim saat beradu akting dengan pemeran lainnya Iswar Aminuddin dalam pertunjukkan monolog yang berjudul ‘Pagi yang Merepotkan’ di Gedung Baru Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Sebuah komunitas teater asal Kota Semarang, HAE Theater sukses menggelar pertunjukkan monolog berjudul ‘Pagi yang Merepotkan’ di Gedung Baru Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Naskah dalam pertunjukan ini ditulis berdasarkan cerita nyata seorang ibu rumah tangga yang berjuang melanjutkan kehidupan pasca-berpisah dengan anak dan keluarga kecilnya.

Penulis naskah sekaligus Sutradara ‘Pagi yang Merepotkan’, Khothibul Umam mengukapkan, alur cerita ini memiliki konsep pendekatan psikodrama dan drama therapy. Konsep psikodrama sendiri telah muncul sejak 1920-an. Diinisiasi oleh Jacob Levy Moreno yang melakukan eksperimen teater berdasarkan spontanitas dan improvisasi di klinik psikiatri miliknya di New York.

Baca juga:  Maskot Warak Padewaras Gambarkan Toleransi

Khothibul Umam mengaku, proses pembuatan naskah merupakan hal yang baru dibuatnya. Sebab, biasanya ia selalu menggarap naskah berdasarkan kegelisahan diri sendiri.

”Tapi ini menggarap kegelisahan orang lain. Ternyata setelah berjalannya proses, ada yang berbagai metode namanya shycodrama (menggabungkan terapi psychologi dan dramaturgi, Red.). Jadi prosesnya awalnya itu menulis puisi, diary. Itulah yang menjadi naskah yang tadinya ditampilkan,” ucap Khothibul Umam saat ditemui Joglo Jateng, belum lama ini.

Dengan demikian, inti pesan yang ingin disampaikan kepada penonton melalui teater ini yakni bahwa hidup terus berjalan. Apapun masalahnya, jika kita mempunyai support system yang bagus, maka setengah masalahmu akan teratasi.

Baca juga:  Organisasi Profesi Jurnalis Gelar Aksi Tolak RUU Penyiaran

Sebagai informasi, Pertunjukan ini dibintangi oleh Sekda Kota Semarang Iswar Aminuddin yang menjadi penampil spesial mendampingi Salma di atas panggung. Serta didukung oleh beberapa pemain yang berasal dari berbagai komunitas.

“Adanya tokoh Pak Iswar jadi seperti orang tua untuk mendukung mengatasi masalah-masalahnya Salma. Dalam hal ini antusiasme dari penonton jujur saya kaget, tidak nyangka kok bisa sebanyak ini yang datang,” ujarnya.

Sementara itu, Iswar Aminuddin mengaku cukup tertarik beradu akting bersama Salma di atas panggung. Diketahui, ia telah berlatih empat kali sebagai pelatih tinju untuk Salma.

Baca juga:  Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Dermaga Nelayan Tambaklorok

“Saya lihat Kota semarang butuh pementasan semacam ini. Pementasan ini merupakan pemberian ruang untuk seniman berkarya. Ternyata oke dan sangat menarik apalagi kursi yang tersedia 450 hampir penuh,” ungkapnya.

Menurutnya, adanya antusiasme dari penonton memberikan semangat para seniman budayawan untuk berkarya. Baik di seni teater maupun seni lainnya. (int/adf)