Jateng Beri Pembebasan dan Diskon Pajak Kendaraan Bermotor “Spesial Untung 4X Lipat”

Kepala Bapenda Jateng, Nadi Santoso
Kepala Bapenda Jateng, Nadi Santoso. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) memiliki program Pembebasan dan Diskon Pajak Tahun 2024 bertajuk “Spesial Untung 4X Lipat”. Hal ini dalam rangka menggenjot realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) yang ditarget mencapai Rp 6,5 triliun.

Kepala Bapenda Jateng, Nadi Santoso merinci akan ada empat program. Pertama pembebasan BBNKB II dalam dan luar provinsi. Program ini dilakukan dengan tujuan menciptakan budaya masyarakat yang taat pajak. Diharapkan program ini dapat meringankan beban masyarakat.

“Gratis bea balik nama dari dalam Provinsi Jateng dan luar provinsi Jateng ini berlaku mulai 20 Mei sampai 19 Desember 2024,” jelasnya, Senin (27/5/24).

Baca juga:  Semua Permohonan PHPU Pileg di Jateng Ditolak

Kedua, diskon pajak tahun berjalan. Untuk roda empat atau lebih mendapat diskon 2,5 persen. Lalu untuk roda dua dan roda tiga sebanyak lima persen. Program kedua ini berlaku bagi kendaraan yang taat pajak atau tidak terlambat. Berlaku mulai 20 Mei – 19 Desember 2024.

Ketiga, pembebasan biaya pajak progresif. Program ini gratis bagi wajib pajak yang memiliki kendaraan lebih dari satu dengan nama dan alamat yang sama. Berlaku mulai 20 Mei – 19 Desember 2024.

“Keempat, keringanan tunggakan PKB. Mendapat potongan 10 persen sampai 50 persen atas pokok dan dendan bagu yang menunggu pajak kendaraan selama satu sampai lima tahun. Program ini berlaku sampai 20 Agustus 2024,” akunya.

Baca juga:  Kadin Kota Semarang bakal Dampingi UMKM Dapat Sertifikasi Halal

Lebih lanjut Nadi mengaku program ini berdasarkan peraturan Gubernur Nomor 10 Tahun 2024. Diharapkan melalui program ini juga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Yang paling penting bisa meningkatkan pendapatan asli daerah di Jawa Tengah. Karena memang pajak kendaraan bermotor ini di tahun 2024 diharapkan bisa mencapai Rp 6,5 triliun dan BPNKB bisa capai Rp 3,2 triliun,” ucapnya. (luk/gih)