Figur  

Nursabilla Dwi Hardjono: Juara 1 Mapres Unwahas yang Bercita-cita Membangun Kesetaraan Gender

Nursabilla Dwi Hardjono
Nursabilla Dwi Hardjono. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PEMILIHAN Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) sangat bermanfaat guna mengubah pola pikir mahasiswa dalam menilai beberapa aspek. Seperti dalam pencapaian akademik, nilai sosial, ide dan gagasan kreatif, serta capaian unggulan yang dimiliki oleh mahasiswa.

Hal itulah yang diutarakan oleh Mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Nursabilla Dwi Hardjono (22). Dirinya terpilih menjadi Juara 1 Mahasiswa Berprestasi (Mapres) 2023 di kampusnya. Awalnya, ia tertarik untuk mengikuti ajang itu karena melihat proses seleksi Pemilihan Mahasiswa berprestasi tahun 2022 yang diikuti oleh kakak tingkatnya.

“Saya sangat kagum betapa ajang ini dapat mengubah pola pikir saya sebagai mahasiswa untuk bermanfaat bagi masyarakat,” ucap perempuan yang lahir di Surabaya tersebut, beberapa waktu lalu.

Pasa bukan November 2022 lalu, ia sempat mengikuti seleksi fakultas untuk Pemilihan Mahasiswa Berprestasi dengan membawa isu kesetaraan gender. Dirinya membuat website yang masih dalam tahap prototype, yang bernama ForHer.Ind. Website ini nantinya akan dikembangkan untuk memberikan kelas–kelas pengembangan diri bagi perempuan. Terutama dalam bidang komunikasi dan public speaking.

“Agar perempuan di seluruh Indonesia dapat berkarya mewujudkan impiannya tanpa terbatas pada nilai patriarki,” jelasnya.

Baca juga:  Senang Mendaki sejak SMA

Perempuan yang memiliki hobi berenang ini juga aktif dalam komunitas yang dibuat sendiri yaitu Seizeyourdream.id. Komunitas itu dibuat untuk saling berbagi informasi kepada sesama anggota mengenai informasi lomba nasional dan internasional untuk mahasiswa.

Selain itu, Nursabilla juga menjalani beberapa kesibukan lainnya untuk menambah capaian unggulan dan prestasi. Di antaranya kompetisi debat dan essay.

“Hambatan yang saya lalui tentu saja sangat beragam. Namun ujian terberatnya adalah durasi waktu persiapan saya yang sangat singkat dan membuat saya kurang percaya diri pada hari seleksi. Saya hanya memiliki waktu kurang lebih satu bulan saja untuk mempersiapkan di seleksi (lomba di, Red.) Wilayah LLDIKTI VI. Namun saya didukung oleh tim-tim yang hebat serta coach yang memantau perkembangan saya hari demi hari,” ujarnya.

Baca juga:  Biasa Dengarkan Musik, Makhaila Sukses Rilis Lagu

Tak lupa, ia juga selalu meminta restu kedua orang tua dan berdoa kepada Tuhan untuk diberikan kemudahan.

“Respon dari keluarga dan teman-teman terdekat saya mengenai kabar ini tentunya mereka sangat senang dan bangga terhadap saya. Dukungan mereka yang membuat saya kuat dan pantang menyerah selama proses Mapres berlangsung. Satu hal yang saya sangat rasakan dampaknya setelah menjadi Mapres adalah membuka sekali peluang saya untuk lebih dipercayai dosen dalam mengikuti program–program delegasi Internasional,” paparnya.

Perempuan kelahiran 8 November 2001 itu pernah dipercayai oleh Kantor Urusan Internasional Unwahas untuk menjadi delegasi Indonesia dalam program volunteer di Jepang selama 1 bulan pada Agustus 2023 lalu. Hal ini tentunya membuatnya sangat senang karena bisa berdampak lebih besar lagi di kancah internasional.

Baca juga:  Jadikan Selebgram sebagai Pekerjaan Sampingan

“Saya selalu yakin bahwa Tuhan membawa saya sampai tahap sejauh ini bukan hanya untuk melihat saya gagal dan menyerah. Oleh karena itu saya tidak pernah takut gagal, saya menganggap bahwa kegagalan adalah cara dimana saya tumbuh satu tingkat lebih baik daripada sebelumnya,” katanya. (int/adf)