Pati  

Pemkab tak Izinkan PKL Kembali Berjualan di Alun-alun Pati

LALU-LALANG: Tampak pengendara sering melintas di Alun-alun Pati yang merupakan zona merah bagi PKL untuk berjualan, Senin (27/5/2024). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tak mungkin mengizinkan Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk berjualan di Alun-alun Pati Kota. Sebab hal ini akan berbenturan dengan Peraturan Daerah (Perda).

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagperin) Kabupaten Pati, Hadi Santoso mengatakan, pihaknya tidak bisa begitu saja memberikan lampu hijau kepada PKL untuk berjualan di alun-alun. Mengingat ada aturan Perda Kabupaten Pati Nomor 13 Tahun 2014 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL.

Dalam aturan itu, PKL dilarang berjualan di zona merah. Yakni di Alun-alun Pati dan Jalan Pangeran Sudirman. Sehingga sebelum ada revisi Perda ini, Pemkab Pati tak bisa mengizinkan para PKL berjualan di lokasi-lokasi tersebut.

Baca juga:  Sedekah Bumi Desa Jrahi, Ribuan Tlandik Habis Diserbu Warga

“PKL tak bisa berjualan di Alun-alun. Untuk bisa kembali harus ada revisi Perda maupun Perbup,” kata Hadi, kemarin.

Hadi mengaku secara pribadi dirinya tidak mempermasalahkan aktivitas perdagangan di jantung Kabupaten Pati itu. Namun, secara kedinasan, pihaknya mau tidak mau harus melarang aktivitas PKL berjualan di Alun-alun Pati dan melaksanakan aturan tersebut.

“Karena Perda tidak hanya berlaku hanya segelintir orang. Tapi semuanya, baik pemerintah sendiri maupun para pedagang,” ujar dia.

Ia juga menyebut dalam prakteknya Pemkab Pati tidak melarang sepenuhnya para PKL berjualan di Alun-alun Pati. Misalnya saat gelaran car free day (CFD), para PKL diperbolehkan menjajakan dagangan di Alun-alun Pati.

Baca juga:  Kuatkan Ketahanan Pangan Komunitas, Jampisawan Launching Produk Beras Baru

Pihaknya pun berencana bakal menggencarkan pelaksanaan CFD.  Dengan demikian, para PKL bisa semakin banyak mempunyai kesempatan untuk berjualan di sana.

“Mereka (para PKL) mengeluhkan sepinya Alun-alun Kembang Joyo Pati sekitar selama 2 tahun. Solusi kembali digelar CFD untuk sering-sering,” lanjutnya. (lut/fat)