Peserta Seleksi Carik Tamanan Bantul Ajukan Nota Keberatan, Kalurahan Lepas Tangan

TAMPAK DEPAN: Terlihat beberapa warga melintas di depan gapura Kalurahan Tamanan, Banguntapan, Bantul, Senin (27/5/24). (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Peserta seleksi Carik Kalurahan Tamanan, Banguntapan, Bantul mengajukan nota keberatan terhadap hasil penilaian seleksi. Namun demikian, pihak kalurahan selaku penanggung jawab kerja sama dengan pihak ketiga yang melakukan proses penilaian seleksi seolah lepas tangan.

Salah satu peserta, Ririn Ardilliyas Putri, yang turut serta mengikuti seleksi Carik Kalurahan Tamanan menyampaikan surat keberatan atas hasil penilaian dari pihak ketiga, yang dalam hal ini berasal dari kampus UNY. Menurutnya, calon yang mendapatkan nilai tertinggi dari hasil seleksi ini yakni atas nama Ratri Erviana Anggraeni (REA) terkesan sangat janggal jika mendapatkan nilai tinggi di tes pidato.

“Nilainya tinggi, padahal pidato yang bersangkutan tidak begitu pandai. Sehingga kami ingin minta transparansi indikator apa saja yang membuat dia bisa mendapatkan nilai tinggi itu,” ungkapnya, Senin (27/5/24).

Ririn telah mengajukan nota keberatan pada Senin (20/5) lalu terhadap hasil seleksi Carik Tamanan. Ia mengaku, panitia menerima nota keberatan tersebut dan akan menyerahkannya kepada lurah.

Baca juga:  Pastikan Kualitas Hewan Kurban, DKPP Bantul Lakukan Pemantauan

“Nota keberatan aku itu diajukan tanggal 20 Mei lalu. Terus aku dikabari hari Rabu (22/5) akan ketemu pihak UNY, tapi ternyata tidak jadi karena harus dimediasi sama lurah. Tapi dari mediasi itu tidak ada jawaban dan hanya saling lempar kewenangan,” terangnya.

Adapun peserta lain yang tidak mau disebutkan namanya mengaku, dia pun merasa ada kejanggalan pada tes tertulis. Menurutnya, peserta seleksi yang secara akumulasi mendapatkan nilai paling tinggi yakni REA, pada saat yang bersangkutan mengerjakan soal ujian, ia sempat menekan tombol submit yang menandakan berhentinya proses pengerjaan soal. Akan tetapi,  REA malah meminta ulang agar panitia membukan kembali soal ujiannya dengan alasan belum mengisi jawaban.

“Seharusnya kan kalau sudah di submit tidak boleh lagi dibuka. Tapi ini kok malah dibukakan kembali. Kan aneh,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi Carik Kalurahan Tamanan, Purwadi mengatakan, panitia sangat terbuka jika ada peserta yang mengajukan nota keberadaan dari hasil penilaian hasil seleksi Carik Tamanan. Bahkan, pihaknya telah memberikan waktu sanggahan kepada peserta jika hasilnya belum memuaskan.

Baca juga:  Dua Nama Lawas, Erwan dan Didik Perkuat Kursi Kepelatihan PSIM Yogyakarta

“Kami memang memberikan waktu bagi peserta untuk mengajukan nota keberatan manakala penilai ini belum memuaskan. Proses ini sudah sampai serah terima hasil seleksi. Dari kami (panitia, red) sudah menyerahkan ke Pak Lurah,” ujar Purwandi, Senin (27/5/24).

Setelah penyerahan hasil seleksi kepada lurah, Purwandi mengatakan, ada dua peserta yang mengajukan nota keberatan terhadap hasil seleksi dan meminta untuk membuka transparansi hasil penilaian. Atas hal itu, kalurahan selaku pihak yang melakukan kesepakatan dengan pihak ketiga, yakni UNY yang melangsungkan pengujian dan penilaian sewajarnya bertanggung jawab penuh.

“Karena ketidakpuasan hasil, harusnya Pak Lurah mengirim surat ke UNY untuk mengklarifikasi hasil terkait keberatan dari peserta, karena kewenangan kerja sama itu dengan kalurahan. Hanya saja, kemarin Pak Lurah belum menjembatani pertemuan peserta dengan pihak UNY,” terangnya.

Baca juga:  Dorong Kreativitas, School Expo PAUD Digelar

Lebih lanjut, saat ditanya apakah lurah telah memberikan surat rekomendasi kepada panewu, dirinya menyampaikan tidak mengetahui hal itu. Akan tetapi, Purwandi menerangkan jika keberatan yang diajukan peserta ini belum diselesaikan, sewajarnya lurah belum meminta rekomendasi kepada penewu atau Camat Banguntapan.

“Kalau keberatan itu belum dijawab, harusnya Pak Lurah belum minta rekomendasi ke panewu. Karena nanti, kalau sudah direkom dan di kemudian hari masih ada masalah, Pak Lurah harus tanggung jawab,” ujarnya.

Di sisi lain, Joglo Jogja juga meminta konfirmasi Lurah Tanaman Hartoyo terkait adanya keberatan terhadap penilaian hasil seleksi dari peserta. Akan tetapi, saat dikonfirmasi melalui telepon, dirinya tidak memberikan jawaban apa pun. Ia hanya melemparkan hak jawabnya tersebut untuk menanyakan kembali persoalan ini ke panitia. “Terkait itu tanya saja dengan panitia 7, bukan sama saya,” ungkapnya. (nik/abd)