Kudus  

Proklim Kayuapu Maju Tingkat Lestari

KOMPAK: Program Kampung Iklim (Proklim) Dukuh Kayuapu Kulon, Desa Gondangmanis saat menerima kunjungan dari dinas untuk maju menjadi Proklim Tingkat Lestari yang dilaksanakan akhir Juni mendatang. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Berdiri sejak 2020, Program Kampung Iklim (Proklim) Dukuh  Kayuapu Kulon, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus kini mengajukan diri di tingkat lestari. Proklim inipun telah membina 20 lokasi sepanjang 2021 hingga 2024.

Pada 2021 hingga 2023 ada 8 lokasi binaan. Yaitu Dusun Tiga Gulang, Desa Gulang, Desa Payaman, Desa Golantepus. Kemudian Desa Prambatan Lor, RW 1 Kelurahan Wergu Kulon, Desa Sidorekso dan Desa Mejobo

Sementara pada 2024, terdapat 12 binaan. Yaitu Desa Purworejo, Desa Jurang, Desa Ploso, Desa Kesambi. Lalu Desa Gribig, Desa Dersalam, Desa Peganjaran, Dusun Gondangmanis Kulon, Dusun Gondangmanis Wetan, Dusun Kadilangon, dan Dusun Kayuapu Wetan.

Pegiat Proklim Kayuapu Kulon, Ahmad Munaji menyebutkan, penghargaan proklim lestari merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Salah satu syarat maju ke tingkat lestari yaitu sudah melakukan pembinaan minimal 10 lokasi proklim.

Baca juga:  Kantah Kudus Edukasi Program Kabupaten Lengkap ke Pemdes

“Di 20 lokasi tersebut kami bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus melakukan sosialisasi proklim. Mulai dari pembentukan struktur, program pemanfaatan sampah, pengajuan proklim regular. Hingga meningkatkan potensi di masing-masing lokasi,” jelasnya kepada Joglo Jateng.

Dikatakannya, selain persyaratan berkas administrasi yang lumayan banyak, untuk maju ke lestari harus memiliki penghargaan. Baik piala maupun non piala. Sebagaimana diketahui Proklim Kayuapu telah memiliki Desa Gondangmanis sebagai Nominasi Desa Lestari Jawa Tengah, Juara 1 Kalpataru Jawa Tengah dan 20 Besar Nominasi Kalpataru.

“Penghargaan inilah yang menjadikan bekal untuk maju ke tingkat tertinggi. Selain itu persiapan secara fisik juga akan kami lakukan. Karena nantinya juga akan ada proses verifikasi lapangan secara langsung oleh Kementerian, pada akhir Juni mendatang,” katanya.

Saat ini, lanjut Munaji, proklim Kayuapu Kulon melakukan beragam program untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Sekaligus mitigasi risiko bencana berbasis kampung iklim

Baca juga:  Mengupas Romantisme Dua Penulis Muda dalam Bedah Buku

“Program yang kami jalankan tujuan besarnya yaitu meningkatkan ketahanan terhadap dampak negatif perubahan iklim. Sekaligus pengurangan emisi gas rumah kaca,” imbuhnya.

Sebab, proklim dilakukan dalam rangka mendorong masyarakat untuk melakukan peningkatan kapasitas adaptasi. Khususnya perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca. Dan juga memberikan penghargaan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

“Dari hal sederhana misalnya menghemat energi listrik dan penggunaan air, mengelola sampah rumah tangga, membuat kompos sendiri, bijak memilih kemasan makanan,” paparnya.

Menurutnya, demikian itu telah dilakukan proklim Kayuapu Kulon. Dengan adanya bank sampah Ganis Mulyo yang mengelola jenis sampah organik menjadi pupuk. Ditambah dengan pemanfaatan kotoran hewan milik para peternak sebagai pupuk kompos sebagai penyangga pertanian.

“Selain itu, kami juga memiliki pengelolaan limbah enceng gondok menjadi kreasi yang memiliki nilai jual. Selain itu, kami turut mengedukasi warga agar memanfaatkan lahan pekarangan sebagai lahan pertanian dan perikanan. Misalnya penanaman cabai, tomat, kolam ikan dan lain-lain,” ucapnya.

Baca juga:  Destinasi Wisata Diimbau Berikan Pelayanan Prima

Ditambah lagi, imbuh dia, wilayah Dusun Kayuapu Kulon memiliki tutupan vegetasi lingkungan pepohonan yang masih dijunjung tinggi. Serta potensi embung atau kolam retensi sebagai penampung resapan air.

“Kami juga senantiasa mengedukasi masyarakat dalam pelaksanaan proklim. Selain masyarakat setempat ribuan tamu dari berbagai stakeholder turut melakukan study banding ke proklim sini,” imbuhnya.

Ke depan jika penghargaan tingkat lestari telah diraih Munaji berharap proklim Kayuapu Kulon mampu menciptakan kurikulum sederhana untuk para pegiat lingkungan. Sekaligus   ikut membantu PKPLH untuk membina desa-desa menuju pemerataan kampung iklim.

“Kami ingin membentuk semacam kurikulum sederhana untuk mengajari siapapun mengenai kegiatan kampung iklim. Sehingga ada peningkatan kesadaran warga maupun kelompok menjaga lingkungan,” harapnya. (cr1/fat)