Siswa SMA 2 Bae Olah Sampah, Penghijauan dan Beternak

KREATIF: Nampak para siswa SMA 2 Bae Kudus sedang berkreasi membuat pot tanaman untuk aksi pengelolaan barang bekas dan penghijauan dalam program P5, Senin (20/5/2024). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kudus melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan. Pada momen itu sebanyak 208 siswa SMA 2 Kudus turut membuat kerajinan dari enceng gondok, pengelolaan sampah, membuat pot, penghijauan hingga pembibitan ikan.

Pembina P5 SMA 2 Bae, Lia Rizki, menjelaskan, gaya hidup berkelanjutan adalah gaya hidup yang bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memenuhi kebutuhan hidup manusia secara berkesinambungan. Gaya hidup ini dapat diterapkan di berbagai aspek kehidupan, baik di sekolah maupun di rumah.

Baca juga:  MTs Al-Wustho Kalinyamatan Cetak Siswa Berwawasan Qurani

“Tujuannya agar anak anak lebih memahami dan lebih peduli lingkungan sekitar. Dengan hal kecil membuang sampah pada tempatnya hingga bisa mengelolanya sendiri,” jelasnya kepada Joglo Jateng di sela sela kegiatan P5, pada Senin, (20/5/2024)

Sebelum praktik, imbuh dia, anak-anak diberikan edukasi tentang pengelolaan sampah. Dalam hal ini, pihaknya menggandeng Bank Sampah Gondangmanis untuk memberikan materi.

“Hari ini anak-anak diberikan materi terkait pengelolaan sampah organik menjadi kompos. Sekaligus berkunjung ke lokasi Bank Sampah Gondangmanis,” imbuhnya.

Tak hanya memanfaatkan sampah saja. Mereka diberikan waktu untuk praktik membuat kerajinan bernilai jual dari tanaman enceng gondok.

Baca juga:  MTsN 4 Bantul Gelar IHT untuk Membangun Zona Integritas

“Jadi mereka juga ikut praktik secara berkelompok. Dalam membuat hama menjadi produk yang memiliki nilai jual,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Lia, para siswa juga ikut mengkampanyekan hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan. Yaitu dengan tidak menggunakan kemasan sekali pakai.

“Kampanye mereka lakukan secara langsung maupun melalui media sosial. Sehingga sasaran program ini juga bisa menyeluruh,” sambungnya.

Pihaknya berharap melalui gaya hidup berkelanjutan ini bisa menjadi alternatif pengenalan gaya hidup khususnya membiasakan cinta alam sekitar.

“Apalagi masih banyak generasi sekarang yang masih acuh dengan lingkungan. Dan melalui agenda ini kami harap bisa menjadi pembelajaran yang menghasilkan efek jangka panjang,” harapnya. (cr1/fat)