Dewan Dorong RSUD Mijen Beroperasi Kembali

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Supriyadi.
Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Supriyadi. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendorong penuh untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mijen bisa beroperasi kembali. Pasalnya, bangunan rumah sakit baru itu telah mangkrak sejak tahun 2022, sehingga belum bisa digunakan untuk melayani masyarakat sekitar.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Supriyadi mengukapkan, perencanaan pembangunan RSUD baru di Kecamatan Mijen dilakukan berdasarkan kajian bersama antara Pemkot Semarang dengan DPRD. Sehingga penganggarannya disetujui karena kebutuhan masyarakat yang cukup besar.

“Dulu pernah anggota komisi D melakukan survei ke sana (RSUD Mijen, Red.) ternyata baru 30 persen saat itu. Sehingga anggaran yang sudah ada ini belum maksimal untuk digunakan untuk membangun RSUD,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Pj Gubernur Jateng Minta Pemda Intens Koordinasi dengan Penyelenggara Pemilu Jelang Pilkada 2024

Ia mengungkapkan, sebagian dari anggota komisi D memantau kembali progres pembangunan RSUD itu. Diketahui, realisasi pembangunya sudah berjalan hampir 100 persen.

“Dan fasilitas penunjang lainnya sudah di-support dengan anggaran tambahan. Tentunya harapan kami sesegera mungkin dibuka dan diakses melayani masyarakat di wilayahnya Mijen dan sekitarnya,” jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hevearita G telah meminta agar Dinas Kesehatan Kota Semarang selalu mengecek dan memantau agar pembangunan rumah sakit ini tidak sembarangan. Hal itu perlu dilakukan supaya gedung RSUD Mijen bisa awet dan tidak mudah rusak.

Baca juga:  Backlog Kepemilikan Rumah di Jateng Tembus 324.855

“Masalah terkait saluran, kemudian talang, dan sanitasi lainnya harus diperhatikan. Karena kalau hujan biar air gak ke mana-mana. Kemudian wilayah sekitarnya juga harus diperhatikan, karena di belakang gedung masih banyak rumput yang belum rapi. Sehingga perlu finishing-finishing karena rumah sakit dibangun sejak 2022, sehingga hampir tiga tahun proses pembangunan, jika tidak segera dipakai bisa rusak,” kata dia. (int/adf)