Hadapi Tantangan Global, Keluarga Mathali’ul Falah (KMF) Inisiasi Sekolah Internasional Berbasis Pesantren di Ambarawa

SAMBUTAN: Ketua PP KMF Marwan Jafar sedang menyampaikan sambutan pada acara Halal bihalal dan Ijazah Kubro di Aula Fakultas Kedokteran, Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS), Gunung Pati Semarang. Minggu, 26/5/2024. (Bilal-KMF/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pengurus Pusat Keluarga Mathaliul Falah (KMF) mengadakan Halal bihalal (HBH) dan Ijazah Kubro di Aula Gedung Fakultas Kedokteran, Universitas Wahid Hasyim, Gunung Pati, Semarang, Minggu (26/5/2024).

Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Perguruan Islam Mathaliul Falah (PIM) Kajen Pati, K.H. Muhammad Abbad Nafi’, Rektor Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati, K.H. Abdul Ghaffar Rozin, para kyai, serta alumni dari berbagai daerah yang turut hadir meramaikan acara.

HBH yang mengusung tema “Silaturahmi, Sinergi dan Kolaborasi menuju Inovasi Kelembagaan Alumni” ini sekaligus menyampaikan rencana pembangunan SMP dan SMA internasional berbasis pesantren kepada para alumni.

Baca juga:  Kerusakan Lingkungan Kian Masif, KLHK Sosialisasikan FOLU Net Sink 2030

Dihadapan hampir 400 audiens yang hadir, Ketua Pengurus Pusat Keluarga Mathaliul Falah (PP KMF) Marwan Ja’far, menyampaikan rencana pendirian sekolah internasional berbasis pesantren.

“Kita semua sedang merintis untuk masa depan anak-anak dan masyarakat luas untuk meningkatkan pendidikan. Oleh karenanya pembangunan SMP dan SMA Internasional school membutuhkan perjuangan yang besar serta dukungan dari semua pihak,” ucapnya.

Lebih lanjut, Marwan mengatakan bahwa rencana pembangunan SMP dan SMA International sudah direstui oleh berbagai pihak.

“Alhamdulillah para kyai Kajen sudah merestui,” ujarnya.

Marwan berharap agar rencana pembangunan SMP dan SMA internasional dapat didukung penuh oleh semua pihak baik KMF maupun muhibbin Mathali’ul Falah.

Baca juga:  Dorong Prestasi Olahraga, Pemprov Jateng Tingkatkan Sinergi dengan Perguruan Tinggi

“Ini adalah sebuah proyek yang mempunyai tujuan besar. Cita-cita pendidikan yang bermartabat yang memiliki nilai-nilai kepesantrenan yang sangat kuat. Tentu membutuhkan solidaritas yang kuat. Mungkin ada pesimisme tapi kita harus yakin,” ujar Marwan.