Hingga Pertengahan Mei, Samsat Rembang Capai PKB 29,8 Persen

JELASKAN: Kepala UPPD Rembang, Djoko Sudarto sedang menjelaskan capaian PKB Kabupaten Rembang di kantor UPPD, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Samsat Kabupaten Rembang mencatatkan capai Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) per 18 Mei 2024 sebesar 29,8 persen. Hal ini disampaikan langsung kepala UPPD Rembang, Djoko Sudarto.

“Pada 2024 PKB ditarget sebanyak Rp 94,1 miliar. Per 18 Mei baru mencapai 29,8 persen atau senilai Rp 27,3 miliar. Artinya, masih menyisakan waktu tujuh bulan kedepan untuk melengkapi kekurangan nilai PKB,” katanya kepada Joglo Jateng, belum lama ini.

Di tahun sebelumnya, beban PKB yang di targetkan sebesar Rp 86,3 miliar dengan realisasi yang diperoleh sebanyak Rp 78,8 miliar. Pihaknya tahun lalu belum bisa mencapai target.

Baca juga:  Baznas Rembang Salurkan 20 Kambing di Kecamatan Sumber

“Dengan target tahun ini bertambah lagi, kami harus bersinergi lebih keras untuk mencapai itu. Salah satu upaya untuk mengejar target yaitu melalui pembukaan layanan Samsat di luar kantor. Seperti dengan mengadakan Samsat Keliling dan Samsat kecamatan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menggaet pihak ketiga dalam membantu program Samsat. Yakni, dengan menggandeng BUMDes dengan memanfaatkan pelayanan secara online yang diberi nama Samsat Budiman. Terdapat 11 BUMDes yang telah terhubung dengan Samsat Budiman.

“Seperti Desa Lambangan wetan Kecamatan bulu, Desa sumber Kecamatan Sumber, Desa Jatimudo Kecamatan Sulang, BUMDesma Kecamatan Bulu, BUMDes Kecamatan Gunem, BUMDes Geger Simo Kecamatan Gunem,” sebutnya.

Baca juga:  SMA N 2 Rembang Jadi Pilot Project Sekolah Penggerak

Selain itu ada Desa Trahan Kecamatan Sluke, Desa Balong Mulyo Kecamatan Kragan, Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem, Desa Pamotan Kecamatan Pamotan dan BUMDes Candi Mulyo Kecamatan Sedan.

Dengan demikian, pihaknya terus berupaya untuk menjaring BUMDes di setiap desa di Kabupaten Rembang. Selain itu, kedepannya Samsat Rembang juga melakukan kerja sama dengan koperasi dalam bentuk layanan Samsat Budiman.

“Harapannya masyarakat untuk taat bayar pajak. Karena pajak sendiri bermanfaat untuk masyarakat nantinya. Dikembalikan lagi dalam bentuk pembangunan jalan dan sebagainya,” pungkasnya. (cr3/fat)