KemenPUPR Serahkan Rumah Apung Tambaklorok ke Pemkot

DI DALAM BANGUNAN: Salah satu pengunjung Afzal sedang memilah milih buku bacaan di Rumah Apung Tambaklorok, Kecamatan Semarang Utara, Selasa (28/5/24). (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kemen PUPR) menyerahkan Rumah Apung Tambaklorok di Kampung Tambaklorok, Kecamatan Semarang Utara kepada Pemkot Semarang. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Kepala Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur KemenPUPR, Panji Krisna Wardana kepada Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Panji mengungkapkan, proses pembangunan dan uji coba Rumah Apung Tambaklorok telah dilakukan selama 8 tahun, yakni sejak tahun 2016. Bangunan ini dibuat mengikuti air dan anti gempa.

“Selama delapan tahun ini belum ada kerusakan yang berarti. Walaupun ini masih dalam tahap uji coba. Namun saat ini sudah diuji coba delapan tahun ini masih dalam kondisi baik,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, Selasa (28/5/24).

Baca juga:  DPU Kota Semarang Keruk Sedimen untuk Hadapi Musim Hujan

Menurutnya, usia Rumah Apung Tambaklorok bisa bertahan sampai 50 tahun mendatang. Meski begitu, diperlukan perawatan yang efektif supaya tetap bisa dinikmati oleh masyarakat.

Sementara itu, Wali kota Semarang, Hevearita G Rahayu mengungkapkan, sarana prasarana di bangunan ini perlu ditingkatkan lagi. Tidak hanya perpustakaan yang berada di lantai dua.

Menurutnya, rumah apung ini bisa dimanfaatkan para ibu untuk mengadakan kegiatan sosial. Seperti arisan, pengajian, sarasehan, atau sosialisasi yang diadakan oleh Pemkot Semarang maupun Kementrian PUPR.

Selain itu, ia juga meminta kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang untuk membuat penghijauan di sekitar Rumah Apung Tambaklorok. Dengan cara, memberikan tanaman hijau maupun menaruh mebel yang sesuai dengan tempat tersebut.

Baca juga:  Pj Gubernur Jateng Minta Pemda Intens Koordinasi dengan Penyelenggara Pemilu Jelang Pilkada 2024

“Pengelolan dibawah Disperkim. Saya minta Perkim untuk melakukan kolaborasi Pak Lurah beserta jajarannya, kemudian masyarakat sekitar,” ungkapnya. (int/adf)