Maskot Warak Padewaras Gambarkan Toleransi

FOTO BERSAMA: Ketua KPU Kota Semarang Henry Cassandra Goeltom usai me-launching maskot dan jingle Pilwakot Semarang 2024 di Ruang Lokakrida, Kompleks Balai Kota Semarang, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Tahun ini, maskot Warak “Padewaras” yang merupakan kepanjangan dari Paku Demokrasi atau Pena Demokrasi Warga Kota Semarang yang dipakai di pilkada sebelumnya masih digunakan. Maskot ini menggambarkan toleransi dan kedamaian di Kota Lumpia.

Hal itu disampaikan Ketua KPU Kota Semarang, Henry Cassandra Goeltom saat pihaknya me-launching maskot dan jingle Pilwakot Semarang 2024. Acara berlangsung di Ruang Lokakrida, Kompleks Balai Kota Semarang.

Ia menjelaskan, maskot itu bisa menggambarkan bagaimana Semarang menjadi kota yang bersifat kolaboratif dari berbagai macam etnis, suku bangsa, dan macam pemikiran. Sementara jingle kali ini mengandung makna guyub rukun dan migunani (bermanfaat).

Baca juga:  Hendi Ambil Formulir Pendaftaran Gubernur

“Dari maksud tersebut, menggambarkan heterogenitas yang ada di Kota Semarang. Sedangkan Jingle kali ini mengandung makna guyub rukun dan migunani,” ucapnya melalui keterangan tertulis yang diterima Joglo Jateng, belum lama ini.

Lebih lanjut, Nanda, sapaan akrab Henry Cassandra Goeltom menerangkan, saat ini pihaknya tengah fokus pada pembentukan tenaga PPK dan PPS, serta penentuan daftar pemilih. Ia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan berperan aktif untuk menyukseskan Pilwakot Semarang 2024.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu berpesan agar masyarakat bisa menjaga kondusifitas saat pelaksanaan pilkada mendatang. Dirinya juga meminta semua pihak untuk terlibat dalam pengamanan agar pesta demokrasi berjalan dengan lancar dan tertib.

Baca juga:  Mbak Ita: PPDB Harus Bersih dari Praktik Suap

“Tentunya kita harapkan ini merupakan tahapan-tahapan yang insyaa Allah bisa dilalui dengan lancar. Dan nantinya siapa pun calon Wali Kota atau bakal Calon Wakil Wali Kota yang maju ya kita tetap menjaga semua proses-proses yang ada,” ujar dia.

Menurutnya, yang masih menjadi persoalan saat ini adalah partisipasi masyarakat. Di Pilkada sebelumnya, total partisipasi warga Kota Semarang mencapai 68 persen. Angka itu dinilai masih di bawah target. Ada beberapa pemicu, salah satunya yakni merebaknya covid-19.

Ke depan, Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita berharap, masyarakat bisa aktif dalam keikutsertaan Pilkada 2024. Ia menjelaskan, keterlibatan masyarakat di pemilu sangat penting dalam menentukan pemimpin Kota Semarang.

Baca juga:  Kadin Kota Semarang bakal Dampingi UMKM Dapat Sertifikasi Halal

“Kalau kami sih yakin insyaa Allah masyarakat di sini sudah banyak belajar dari masa lalu, apalagi juga (saat, Red.) pileg, pilpres kan banyak perbedaan pilihan. Tetapi kan masih kondusif. Perbedaan-perbedaan boleh, tetapi tetap jaga kondusifitas di Kota Semarang,” paparnya.

Mbak Ita turut mengapresiasi peran masyarakat yang ikut terlibat dalam pelaksanaan pilkada 2024. Di Kota Semarang juga telah dilantik PPK dan PPS, sehingga tahapan-tahapan pilkada nantinya diharapkan bisa berjalan lancar. (int/adf)