Pastikan Daging Layak, Pemkot Yogyakarta Beri Bimbingan Penyembelihan Kurban

CEK: Masyarakat saat melihat kondisi kesehatan hewan di Kota Yogyakarta, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Dinas Pertanian dan Pangan melakukan pemantauan dan pembimbingan penyembelihan hewan kurban di 400 titik lokasi penyembelihan hewan kurban saat Iduladha. Hal itu bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi konsumen agar daging yang dibagikan ke masyarakat layak konsumsi.

Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Muhammad Imam Nur Wahid mengatakan, pada momen penyembelihan hewan kurban 2023, tidak ditemukan kejadian luar biasa di Kota Yogyakarta. Di mana hasil pantauan mayoritas aman, sehat, utuh, dan halal.

“Tapi memang beberapa ditemukan cacing hati, pneumonia pada paru-paru, ataupun beberapa patogen yang menyebabkan bintik dan bengkak. Ini yang kemudian harus diafkirkan atau dipisahkan karena tidak layak konsumsi,” ungkapnya, Selasa (28/5/24).

Baca juga:  KPU Kota Yogyakarta Segera Lakukan Pleno Penetapan Hasil Kursi Legislatif

Ia menambahkan, temuan tersebut tergolong tidak berbahaya dan tidak menular ke manusia ketika langsung dipisahkan. Sedangkan dagingnya tetap layak dikonsumsi selama penanganannya sesuai dengan prosedur.

“Saat ini kami sudah mulai melakukan sosialisasi dan workshop di tujuh kemantren, terkait Pelaksanaan Teknis Penyembelihan Hewan Kurban. Nantinya, untuk wilayah lain akan dapat giliran, dengan koordinasi stakeholder terkait,” terangnya.

Rencananya, akan dilakukan koordinasi dengan Kemenag Kota Yogyakarta, Baznas, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Pimpinan Daerah Muhammadiyah untuk mendata wilayah dan masjid mana saja yang akan menjadi lokasi penyembelihan hewan kurban.

Baca juga:  SMPN 2 Jetis Gelar Acara Kelulusan, 155 Siswa Lulus

Perwakilan panitia di wilayah serta takmir masjid akan dibekali pengetahuan dan pelatihan tata cara penyembelihan hewan kurban. Termasuk berkaitan dengan aspek higienitas, sanitasi, lingkungan, peralatan, lokasi penyembelihan, hingga pengelolaan atau penanganan daging kurban, sebelum Iduladha. “Ini sebagai upaya dari kami untuk memberikan perlindungan bagi konsumen agar daging yang dibagikan ke masyarakat layak konsumsi, aman, sehat, utuh, dan halal,” ungkapnya.

Selain itu, akan ada tim gabungan yang akan melakukan apel siaga berupa pemeriksaan antemortem, dengan cara evaluasi visual dan fisik hewan. seperti melihat tanda-tanda penyakit, memeriksa kondisi kulit, mata, hidung, dan sistem pernapasan. “Tujuan utamanya memastikan hewan kurban bebas dari penyakit menular yang dapat membahayakan kesehatan manusia saat mengonsumsi dagingnya, serta memberikan rasa aman pada masyarakat,” pungkasnya. (riz/abd)