PDI Perjuangan Raih Kursi Terbanyak di DPRD Jateng

SUASANA: Rapat pleno terbuka penghitungan dan penetapan perolehan jumlah kursi serta calon terpilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah Pemilu Serentak 2024, di Kantor KPU Jateng, Selasa (28/5/24). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah menyatakan ada lima partai politik yang unggul pada perolehan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jateng. Antara lain adalah PDI Perjuangan, PKB, Gerindra, Golkar, dan PKS.

Ketua KPU Jateng, Handi Tri Ujiono menyebut pihaknya telah menetapkan alokasi untuk 120 kursi DPRD provinsi Jawa Tengah dan juga untuk calon terpilih. Ia merinci perolehan kursi parpol anggota DPRD Jateng yaitu pada posisi pertama ada PDI Perjuangan dengan 33 kursi, PKB 20 kursi, disusul oleh partai Gerindra dan Golkar yang mendapat perolehan yang sama yaitu 17 kursi. Serta pada posisi kelima ada PKS dengan 11 kursi.

Baca juga:  TPPS Jateng Laksanakan Penilaian Kinerja Percepatan Penurunan Stunting

“Jadi hari ini kami telah menetapkan perolehan kursi untuk partai politik dan juga penetapan calon terpilih pasca putusan mahkamah konstitusi (MK). Pertama di daftar, ada PDI perjuangan, PKB dan yang ketiga Gerindra dan Golkar sama dan kelima ada PKS, nanti suara sahnya yang dilihat,” katanya pada Joglo Jateng, Selasa (28/5/24).

Selain kelima parpol tersebut, lanjut Handi, ada pula partai Demokrat yang mendapatkan 7kursi, kemudian PPP dengan 6 kursi, dan PAN mendapat 4 kursi. Lebih lanjut, partai Nasdem dan PSI menjadi pendatang baru yang akan masuk ke Gedung Berlian Jateng.

Baca juga:  Dewan Dorong RSUD Mijen Beroperasi Kembali

“Partai Nasdem mendapat 3 kursi, sementara PSI mendapat 2 kursi,” ujarnya.

Pada Rapat Pleno tersebut, KPU Jateng menyampaikan bahwa pihaknya menerima surat pengunduran diri sebagai calon terpilih. Ada 6 peserta pemilihan legislatif (pileg) yang mengundurkan diri yang berasal dari PDI Perjuangan.

“Tadi disampaikan bahwa terdapat perihal suratnya kan terkait pengunduran diri sebagai calon tertinggi. Alasannya pengunduran diri,” ujarnya.

Handi mengaku bakal melakukan klarifikasi langsung kepada yang bersangkutan nantinya. Terhitung sejak 14 hari dari surat diterima oleh KPU Jateng.

“Alasannya apa tadi mengundurkan diri, itu yang kami akan klarifikasi terhadap pimpinan partainya karena mekanisme. Jadi prinsipnya kami melayani peserta pemilu sesuai dengan pokok surat. Suratnya hanya penyampaian surat pengunduran diri. Karena ini kami akan lakukan klarifikasi, nanti setelah klarifikasi tentu menjadi bagian yang kami akan sampaikan ke publik,” ucapnya. (luk/gih)