Rembang Siapkan Desa Tasikharjo Mewakili ADWI 2024

PANTAI: Wisata Pantai Pasir Putih Wates di Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Sebanyak dua desa wisata di wilayah Kabupaten Rembang masuk dalam kompetisi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2024 yang ditetapkan berdasar kurasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Dua desa wisata tersebut adalah Desa Tasikharjo di Kecamatan Kaliori dengan wisata alamnya dan Desa Sendangasri di Kecamatan Lasem dengan keunikan wisata tradisi budaya dan edukasi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang melalui Sub Koordinator Pemberdayaan dan Pembinaan Pariwisata pada Dinbudpar, Ninik Sukmasari mengatakan, sebanyak 28 desa wisata di Kabupaten Rembang telah mengikuti seleksi ADWI di tahun ini. Ada dua yang lolos sebagai peserta karena mereka telah memenuhi syarat dalam penilaian.

Baca juga:  Dintanpan Rembang Prediksi Harga Hewan Naik 10 Persen

“Mereka mendapatkan sertifikat ADWI karena telah memenuhi syarat. Kemudian, tindak lanjut dari ADWI ada festival tingkat Jateng akan dilaksanakan di bulan Juli mendatang,” ujarnya kepada Joglo Jateng, belum lama ini.

Dia menambahkan, dua desa tersebut dipilih salah satu untuk mewakili persiapan ADWI festival tingkat Jateng. Pihaknya menunjuk Kami desa wisata Tasikharjo. Lalu melakukan koordinasi dan akhirnya desa tersebut setuju.

“Tadi baru proses koordinasi. Belum ada rapat technical meeting dari provinsi. Kami nunggu arahan dulu baru gerak,” kata dia.

Pihaknya sudah mempersiapkan Desa Tasikharjo untuk menyiapkan peserta yang akan ikut ke festival desa wisata. Dalam ajang ini nantinya penilaian dari Kemenparekraf langsung. Sebenarnya pengisian untuk mengikuti ADWI sudah sebelum adanya jambore Pokdarwis. Karena prosesnya yang agak lama didahulukan Desa Sendangasri yang mewakili.

Baca juga:  Pencatatan Nikah Semua Agama Belum Ada Kelanjutan

“Mengisi ADWI ini aslinya sebelum adanya Pokdarwis. Karena ada dua desa wisata yang lolos, gantian kami menunjuk desa Tasikharjo agar mau bersaing,” tandasnya.

Dia membedakan antara daya tarik wisata dan desa wisata. Daya tarik wisata di desa ini ada Pantai Pasir Putih Wates, kuliner bandeng bakar, edukasi pembuatan garam. Sedangkan Desa Wisata destinasi semua wisata atau paket wisata.(cr3)