Figur  

Termotivasi Jadi Dokter karena Bunda

Ira Maya Chandra Khadijah
Ira Maya Chandra Khadijah. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

IRA Maya Chandra Khadijah sangat ingin menjadi dokter sejak kecil. Dirinya termotivasi oleh sang bunda yang juga merupakan seorang dokter.

Ira kini tengah menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Dia bertekad ingin menjadi sosok yang dapat menolong sesama.

“Sejak kecil sudah sering lihat bunda mengobati orang sakit dan menangani banyak pasien. Semakin lama, jadi termotivasi untuk menjadi dokter dan membantu mengobati orang-orang, seperti bunda,” katanya pada Joglo Jateng, belum lama ini.

Gadis kelahiran Pekanbaru ini sudah sejak lama ingin berkuliah di Semarang. Meski harus jauh dari keluarga, semangatnya untuk terus menimba ilmu dan mewujudkan cita-citanya di Kota Lumpia tak surut.

Baca juga:  Nursabilla Dwi Hardjono: Juara 1 Mapres Unwahas yang Bercita-cita Membangun Kesetaraan Gender

“Sebelumnya, saya sudah melihat profil Udinus. Menurut saya semakin tahun semakin bagus dan memiliki visi misi yang jelas. Itu membuat saya yakin untuk memilih Udinus sebagai jenjang lanjutan setelah SMA,” jelasnya.

Perempuan kelahiran 2005 itu mengaku perlu waktu beradaptasi di perantauan. Meskipun begitu, ia tetap bisa menjalani kehidupan perkuliahan dengan baik. Hal ini didukung pula dengan atmosfer perkuliahan di Udinus yang menurutnya sangat baik.

“Dosen-dosen di FK Udinus sangat luar biasa, mengajari kami dengan baik dan sabar. Metode mengajarnya juga mudah dipahami dan mengikuti kemajuan teknologi saat ini,” lanjutnya.

Baca juga:  Ketidaksengajaan Berbuah Jadi Kesenangan

Selama menimba ilmu di FK Udinus, Anatomi menjadi mata kuliah yang paling Ira sukai. Mahasiswa yang memiliki hobi bernyanyi dan mendengarkan musik itu menuturkan bahwa di mata kuliah tersebut, ia dapat mempelajari struktur tubuh mulai dari tubuh bagian dalam, hingga bagian luar. Tulang, otot, sistem peredaran darah, sistem saraf juga diajarkan. Mahasiswa juga berkesempatan mempelajari dengan kadaver (mayat manusia yang telah diawetkan) yang sering dipanggil ‘guru besar’.

“Awalnya saya takut saat pertama kali praktikum anatomi yang bertemu kadaver. Tapi saya berusaha untuk melawan rasa takut tersebut dan menjalani perkuliahan dengan baik supaya menggapai cita-cita saya dari kecil,” tuturnya.

Baca juga:  Fokus Kembangkan Diri di Bidang Kesehatan

Ira berkomitmen untuk menyelesaikan studinya dengan baik di Udinus dan memanfaatkan kesempatan yang ada sebaik-baiknya. Baik dari segi materi pembelajaran, maupun segala fasilitas yang disediakan.

“Jangan ragu untuk kuliah di Udinus, khususnya Fakultas Kedokteran. Selain kampusnya bersih dan tertata rapi, alat-alat kedokterannya juga sangat bersih dan terawat. Dosennya sangat berkompeten di bidang masing-masing dan yang tidak kalah penting, stafnya baik dan ramah,” tutupnya. (luk/adf)