45 Desa Cerdas dari Kudus Dikirim ke Jakarta Ikuti Bimtek Nasional

BERANGKAT: 45 kader persiapan berangkat bimtek ke Jakarta, Rabu (29/5). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Kabupaten Kudus memiliki 45 desa yang lolos sebagai desa cerdas dari Kementerian Desa (Kemendes) Republik Indonesia. Setelah turun Surat Keputusan (SK) akan diselenggarakan bimbingan teknis (bimtek) di Jakarta serentak se-Indonesia pada Kamis (30/5) sampai dengan Sabtu (8/6) mendatang.

Duta Digital Kabupaten Kudus, M. Yusrul Niam Aulamuna menyampaikan, desa cerdas adalah desa yang mampu menyesuaikan diri melaksanakan kegiatan pembangunan berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Pasalnya, desa sudah mulai harus kenal memanfaatkan sebaik-baiknya teknologi modern.

“Mereka berangkat sesuai dengan jadwal yang telah terfasilitasi oleh Kemendes. Pemberangkatan ke Jakarta selama 10 hari pada 30 Mei sampai 8 Juni. Mereka yang berangkat yang telah dikukuhkan dengan surat keputusan kepala desa menjadi kader digital,” bebernya.

Baca juga:  Rembang Siapkan Listrik Masuk Sawah Lebih Efisien

Pemberangkatan ini, lanjut dia, kebetulan Kudus sudah melaksanakan bimtek pada gelombang di bulan April. Kemudian, gelombang kedua berangkat ke Jakarta yang difasilitasi oleh Kemendes.

“Ada 45 desa yang tersebar di 9 kecamatan. Secara teknis, pemberangkatan ini beda-beda. Kloter pertama yang berangkat dari Kecamatan Jati, Kecamatan Kaliwungu dan Kecamatan Bae. Pukul 10.40. Sedangkan kloter kedua pukul 12.05 disusul Kecamatan Mejobo, Gebog, Jekulo, Kota, dan Dawe,” ujarnya, kemarin.

Dia menambahkan, sebenarnya dirinya tidak ada kewajiban mendampingi sampai ke Jakarta. Namun kewajibannya hanya sebatas mengantar ke bandara, minimal pendampingan untuk memastikan aman sampai bandara.

Baca juga:  Rembang Siapkan Desa Tasikharjo Mewakili ADWI 2024

“45 kader yang berangkat ini dipastikan sudah siap melaksanakan bimtek ke Jakarta tahun ini. Mereka wajib membawa perlengkapan seperti Laptop, soft file RPJMDes, dan SK kader dari desa,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Masyarakat pada Dinas PMD Kudus, Lilieq Ngesti Widiasuryani mengatakan, salah satu pertimbangannya yaitu diusulkan desa mandiri menjadi desa digital. Kemudian, yang memutuskan dari Kemendes melalui SK Kemendes di awal 2023 sebanyak 45 desa.

“Kudus diputuskan di fase tiga pembentukan desa cerdas se-Indonesia. Untuk pemberangkatan ke Jakarta kita hanya membekali secara umum saja untuk mewakili Kudus. Seperti menyerap ilmu dengan baik, diterapkan dengan baik juga di desanya masing-masing,” kata Lilieq.

Baca juga:  Wujudkan Transparansi, Pemkab Rembang Laksanakan Program CMS

Dia berharap setelah mengikuti bimtek di Jakarta mereka mampu menginformasikan di wilayahnya sebagaimana tugas dan kewajiban mereka. Melalui ilmu yang mereka dapat selama pelatihan. Kemudian menerapkan ke desa masing-masing. (cr3/fat)