45 Mahasiswa Upgris Lulus tanpa Skripsi

SUASANA: Wisuda ke-77 Upgris, Rabu (29/5/24). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Sebanyak 45 Mahasiswa Universitas PGRI Semarang (Upgris) berhasil lulus tanpa proses penyusunan skripsi di Wisuda ke-77 Upgris, Rabu (29/5/24). Hal ini sejalan dengan misi Upgris yang terus mendukung mahasiswanya untuk berkarya.

Rektor Upgris, Sri Suciati mengatakan bahwa semua pogram studi (prodi) di kampusnya sudah bisa menggunakan fasilitas untuk tidak menyusun skripsi. Regulasi ini sudah ada sejak covid-19 lalu.

“Yang baru, dari 526 mahasiswa itu 45 mahasiswa di antaranya lulus tanpa skripsi. Mereka menyusun karya tulis ilmiah dan sudah publish jurnal bereputasi itu cukup nggak perlu skripsi lagi. Itu saya kira betul betul baru pada wisuda hari ini,” jelas Suci pada Joglo Jateng.

Baca juga:  Implementasi Pelajaran Fikih, 145 Siswa Ikuti Manasik

Tak hanya lulus tanpa skripsi, Suci menyebut mahasiswanya juga ada yang tidak ikut kuliah kerja nyata (KKN) bisa lulus. Sebab sudah dikonservasi dalam mata kuliah.

“Ada juga yang tanpa KKN, karena mereka konversikan ke mata kuliah tertentu,” ucapnya.

Lebih lanjut, sebanyak 526 mahasiswa yang diwisudakan pada hari ini juga sudah dibekali kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSPP-1) Upgris. Sehingga para alumni sudah siap terjun ke dunia kerja.

“Selain itu, calon wisudawan ini dibekali dengan persiapan masuk dunia kerja. Seperti pelatihan membuat surat lamaran pekerjaan, cara menghadapi wawancara dan lain-lain,” beber Sri Suciati.

Baca juga:  Ratusan Siswa SD IT Al Islam Ikuti Wisuda Tahfidz

Salah satu mahasiswa yang lulus dari prodi pendidikan bahasa Jawa tanpa skripsi dan KKN di UPGRIS, Gesy Lutfiah Rosidah Oktaviana mengaku mengalami lika-liku dalam proses pembuatan karya ilmiah. Salah satunya rasa kurang percaya diri untuk mengambil program ini, karena regulasi yang baru di kampus.

“Nggak enaknya, program baru ada pro kontranya dan dulu yang membuat kepikiran bisa lulus atau tidak dengan cara itu. Dan akhirnya, kebijakan tanpa skripsi sudah dikeluarkan baik pemerintah maupun kampusnya,” katanya.

Kendati demikian, Gesy berhasil menyelesaikan pendidikan S-1 hanya dalam waktu 3,5 tahun tanpa mengikuti skripsi dan KKN di tengah kesibukannya berorganisasi. Dirinya mengangkat tentang upacara adat pernikahan Jawa yang diupload di jurnal sinta 4 bereputasi.

Baca juga:  MTs Al-Wustho Kalinyamatan Cetak Siswa Berwawasan Qurani

“Iya membuat artikel nasional sinta 4 yang mengangkat upacara adat pernikahan Jawa, kebetulan seirama dengan prodi saya. Saya sudah nyusun sejak semester 6 dan 7, sekitar 6 bulan sudah selesai sampai di-publish,” tandasnya. (luk/adf)