Jepara  

Banyak di Keluhkan, Bekas Rel di Perempatan Mayong Sering Jatuhkan Pengendara

MELINTAS: Pengendara motor saat melintasi jalan perempatan Mayong, Dukuh Krajan, Desa Mayong Lor Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, belum lama ini. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Pengguna sepeda motor seringkali mengeluhkan jalan yang berada di Perempatan Mayong, Dukuh Krajan, Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong. Selain sebagai tempat pemberhentian aspal jalan yang menjadi menghubungkan antara Kabupaten Jepara dan Kudus itu sudah mulai terkikis.

Hal itu memunculkan besi bekas rel, yang dulu sempat menjadi perlintasan kereta api. Kejadian ini turut menjadi sebab pengguna jalan yang melintas sering terjatuh.

Salah satu warga setempat sekaligus pengguna jalan, Zainuddin melaporkan, kerusakan yang terjadi di jalan tersebut terjadi sejak lama. Banyak dari pengendara motor yang jatuh akibat tergelincir besi bekas rel kereta api itu. Terlebih, kendaraan bermuatan berat turut menyumbang kerusakan jalan.

Baca juga:  Bertekad Raih Penghargaan WTN, Pj Bupati Minta Pelayanan Transportasi Ditingkatkan

“Kurang lebih sepuluh pengendara motor yang jatuh di sini. Alhamdulillah nya tidak ada korban jiwa. Cukup membahayakan,” ungkapnya.

Menurutnya, jalan akan lebih membahayakan jika malam hari atau saat hujan. Karena, pada malam hari lampu lalu lintas di perempatan itu akan mati. Kemudian, saat hujan, kondisi jalan berlubang akan tergenang air. Besi bekas rel kereta api juga licin dan dapat membahayakan bagi pengguna motor.

“Khawatirnya kalau malam hari, lampu traffic light atau lampu lalu lintas mati. Tidak jarang pengguna motor harus ekstra hati-hati. Terlebih, jalan ini juga memiliki ruas yang kecil,” tambahnya.

Baca juga:  Kapabilitas APIP Pemkab Jepara Naik Level

Sementara itu, pengguna jalan lain Ikhwan Nur mengeluhkan bahwa sudah seharusnya jalan perempatan Mayong perlu diperbaiki. Lantaran, jalan tersebut sangat padat dilalui kendaraan. Terutama dari arah Jepara menuju Kudus.

“Jalannya sudah mulai tidak rata lagi. Utamanya bagian sebelah barat perempatan yang sampai terlihat besi rel kereta api,” ujarnya.

Sebagai pengguna jalan yang sering melintas setiap harinya. Ia berharap, Pemkab Jepara dapat segera memperbaiki jalan itu, sebelum ada korban jatuh lagi.

“Entah jalan ini kewenangannya ada pada pemerintah desa, kabupaten, maupun provinsi. Semoga segera diperbaiki agar tidak ada pengguna lain yang jatuh,” tandasnya. (cr4/fat)