Kudus  

Petugas Kesehatan Imbau Empat Hal untuk Jemaah Haji

SUASANA: Pemberangkatan jemaah haji kloter pertama asal Kabupaten Kudus dinyatakan dalam kondisi sehat. Mereka nampak bersiap hendak menaiki bus, di halaman Pendopo Kudus pada Rabu (29/5/2024). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng –  Petugas Kesehatan asal Kudus senantiasa siaga memberikan perhatian khusus dan memantau kesehatan para jemaah haji, terutama mereka memiliki kondisi kesehatan tertentu. Keberangkatan para petugas kesehatan ini juga terbagi dalam 5 kloter.

Menurut keterangan pertugas kesehatan asal Kudus, Ambar Wiji Kusumawati. Hari ini Rabu, (29/5) tim petugas kesehatan mulai ikut berangkat bersama para jemaah. Yaitu total kloter pertama diisi oleh 106 orang petugas haji Tim PPPK Puskesmas Ngemplak.

Dilanjutkan besok Kamis, (30/5) kloter 69 sebanyak 360 orang dari tim PPPK Puskesmas Gondosari, Kaliwungu dan Gebog. Lalu pada kloter 70 sebanyak 360 orang dari Puskesmas Jati, Dawe, Purwosari.

Baca juga:  Fogging Tak Lagi Ampuh? Beralih ke 3M Plus untuk Basmi Nyamuk di Golantepus!

“Serta kloter 71 Puskesmas Undaan, Wergu Wetan dan Jepang sebanyak 360 orang. Serta terakhir sebanyak 132 orang dari tim PPPK Puskesmas Bae,” jelasnya kepada Joglo Jateng di sela sela pemberangkatan jemaah haji pada Rabu, (29/5/2024).

Pihaknya mengimbau empat hal untuk kesehatan jemaah haji. Yang pertama, lanjut Ambar, jemaah haji harus membawa obat-obatan pribadi selain dari tim kesehatan yang juga telah menyediakan.

“Kedua, para jemaah harus menjaga kesehatan daya tahan tubuh. Dengan minum air putih dan vitamin. Karena cuaca panas di sana dan di sini sangat berbeda,” tandasnya.

Baca juga:  Jadi Leading Sector SPBE, Diskominfo Kudus Garap Aplikasi Satu Pintu

Selain itu, yang ketiga jemaah haji harus bisa mengukur kemampuan fisik diri karena tidak boleh terlalu kelelahan. Sehingga apabila merasa capek harus istirahat dahulu dan jika sudah agak pulih bisa dilanjutkan kembali.

“Dan keempat jangan lupa pakai body lotion untuk mendehidrasi kulit agar tidak kering. Jadi selain minum air putih dan semprotan wajah, jemaah bisa memakai lotion agar tetap lembab dan vit,” sambungnya.

Ambar mengungkapkan jika penyakit yang sering dialami jemaah haji yaitu batuk pilek, kecapekan hingga mag. Sementara khusus penyakit kronis dan penyakit bawaan telah dikonsultasikan oleh dokter spesialis.

Baca juga:  Sudaryono Sambangi Pedagang & Kulineran di Pasar Brayung

“Obat-obatan penyakit khusus kita bawakan dari rumah. Termasuk kami juga konsultasikan ke dokter spesialis apakah jemaah bisa berangkat ataukah tidak,” ungkapnya.

Sementara itu, jemaah hasi asal Undaan Kudus, Anas Ma’ruf (53), Undaan, mengaku lega dan senang bisa turut berangkat hari ini. Ia yang berangkat bersama istri sudah mempersiapkan sejak lama. Khususnya perihal kesehatan.

“Selain bawa obat-obatan, sebelum berangkat kami sudah persiapan fisik dengan jalan sehat pagi dan senam haji. Selain itu kami juga berusaha menjaga pola makan agar berangkat dan pulang semuanya selamat,” harapnya. (cr1/fat)