Sudah Lama Vaksin Meningitis Diwajibkan bagi Jemaah Umrah

Kepala Kemenag Jateng, Mustain Ahmad
Kepala Kemenag Jateng, Mustain Ahmad. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah mengaku bahwa jemaah umrah di Jateng selalu melakukan vaksin meningitis. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kemenag Jateng, Mustain Ahmad yang menanggapi aturan baru dari Arab Saudi bagi jemaah umrah musim 1445 H/2024 M wajib melakukan vaksin meningitis.

“Sudah sejak dulu, jadi memang bepergian ke Arab Saudi protokolnya harus vaksin meningitis,” kata Mustain kepada Joglo Jateng, Rabu (29/5/24).

Mustain menyampaikan aturan ini kembali dipertegas karena sebelumnya ada sejumlah negara yang tidak wajib menerapkan vaksin meningitis. “Kemudian memang beberapa tahun untuk umrah di beberapa negara tidak diwajibkan. Tapi kalau Indonesia dari dulu selalu vaksin meningitis,” jelasnya.

Baca juga:  Bangun Kesadaran Bersama, Peduli Penyintas HIV/AIDS

Dalam prosesnya, Kemenag Jateng menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) masing-masing kabupaten/kota untuk memfasilitasi para jemaah. Adapun proses vaksin dilakukan minimal 10 hari dari keberangkatan.

“Vaksin itu masa efektifnya minimal 10 hari ya, jadi sudah kami fasilitasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk para jamaah bisa dapat vaksin.

Bahkan, tidak hanya vaksin meningitis, jemaah umrah dan Haji dari Jateng juga wajib melakukan vaksin polio. Kebijakan tersebut diperuntukkan bagi Jateng dan Jatim. Seperti diketahui kasus polio ditemukan di Klaten dan Sampang juga Pamekasan.

“Ditambah dengan vaksin polio, karena ada kondisi untuk Jateng dan Jatim harus ada vaksin polio. Ini kebijakan Kementerian Kesehatan kita ya, khusus di Jateng dan Jatim,” tandasnya. (luk/gih)