66 Kloter Diberangkatkan, 6 Jemaah Haji Meninggal Dunia

SUASANA: Umat Islam melaksanakan tawaf jelang berlangsung peristiwa rashdul qiblah atau waktu matahari tepat di atas Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, belum lama ini. (ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Sebanyak 66 kloter jemaah haji dari Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah diberangkatkan dari Embarkasi Asrama Haji Donohudan Boyolali, Kamis (30/5/24). Dari jumlah kloter tersebut, sebanyak 6 jemaah dinyatakan meninggal dunia.

Kasubbag Humas PPIH Embarkasi Solo, Gentur Rachma Indriadi mengatakan, dari 6 jemaah tersebut, dua meninggal di Embarkasi, dua meninggal di Madinah, dan dua lainnya meninggal di Mekkah.

“Sudah diberangkatkan 66 kloter, dengan total 23.753 jemaah haji. Sebanyak 6 jemaah meninggal dunia,” katanya pada Joglo Jateng, Kamis (30/5/24).

Baca juga:  PPDB SD di Semarang akan Dibuka 18 Juni, Ada 3 Jalur

Oleh karena itu, Gentur menyebut bahwa pemerintah melalui petugas di Arab Saudi akan mem-badal haji untuk jemaah yang meninggal dunia tersebut. Lebih lanjut, nantinya akan ada 100 kloter atau 35.388 jemaah yang akan diberangkatkan dari Embarkasi Solo. Para tamu Allah itu berasal dari Jateng sebanyak 32.059 dan 3.329 jamaah asal Yogyakarta

“Per hari ini, totalnya yang sudah masuk 25.216 jemaah, yang sudah tiba di Tanah Suci, sebanyak 21.590 jemaah haji. Untuk yang lain sedang dalam perjalanan,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Kemenag Jateng, Mustain Ahmad mengungkapkan ada kendala pada keberangkatan tahun ini. Yakni keterlambatan jadwal penerbangan dari Garuda Indonesia yang bergeser hingga 17 jam dari waktu yang telah ditentukan.

Baca juga:  PDI Perjuangan Raih Kursi Terbanyak di DPRD Jateng

“Kendalanya perubahan jadwal penerbangan garuda. Kita harus menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang garuda ini sering ada perubahan,” katanya. (luk/gih)